Breaking News:

Penanganan Covid

PBNU Berharap Semua Masyarakat Indonesia Ikut Vaksinasi Covid-19

Agenda vaksinasi covid-19 saat ini terus dilakukan. Ada dua vaksin yang saat ini digunakan oleh pemerintah Indonesia yakni Sinovac dan AstraZeneca.

Youtube Najwa Shihab
Ketua PBNU Marsudi Syuhud 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agenda vaksinasi covid-19 saat ini terus dilakukan. Ada dua vaksin yang saat ini digunakan oleh pemerintah Indonesia yakni Sinovac dan AstraZeneca.

Terkait hal tersebut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud berharap semua masyarakat Indonesia bersedia mengikuti program vaksinasi covid-19.

"Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin. Karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk melakukan vaksin. Karena kalau satu vaksin, satu tidak, nanti tidak akan terjadi herd immunity," kata Marsudi dalam pernyataannya, Rabu(24/3/2021).

Marsudi mengatakan dua vaksin yang digunakan saat ini sama baiknya. Karena itu, para kiai NU bersedia divaksin.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Setelah Vaksinasi, Webinar Gratis Seri ke-5 Alumni Kanisius Menteng 64

Baca juga: Jubir Wapres Tegaskan Polemik Kehalalan Vaksin AstraZeneca Sudah Selesai, Tak Perlu Ragu Lagi

"Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh," ujarnya.

Dia mengatakan, manusia tidak bisa hidup masing-masing. Karena itu, imunitas menjadi sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19. Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin.

Baca juga: AstraZeneca Bantah Vaksinnya Memanfaatkan Produk Turunan Babi

Menurut Marsudi, warga pondok pesantren salah satu unsur masyarakat yang harus mendapatkan vaksin, karena setiap hari saling berinteraksi satu sama lain. Dia bersyukur ketika pemerintah melaksanakan vaksinasi kepada para kiai.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. "Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam," kata Helmy.

Bagi PBNU masyarakat yang telah divaksin merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam konteks mencegah dan menekan penyebaran virus covid-19. "Siapapun yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, mereka lah yang disebut pahlawan kemanusiaan," ungkapnya.

Helmy juga menyinggung polemik halal atau haram vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan, dalam kondisi darurat vaksin AstraZeneca bukan saja boleh digunakan tapi wajib.

"Ini tentu berdasarkan kajian ilmiah dari para ulama. Lembaga Bathsul Masail PWNU Jatim telah melakukan kajian yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca suci dań halal. Bahkan, para ulama NU di Jawa Timur sudah melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca," ujar Helmy Faishal.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved