Breaking News:

Penanganan Covd

Riset SMRC Mengejutkan: Sosok Prabowo Lebih Bisa Dorong Warga Vaksinasi Ketimbang Jokowi

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei soal efek tokoh dan intensi warga untuk divaksinasi Covid-19.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei soal efek tokoh dan intensi warga untuk divaksinasi Covid-19.

Hasilnya, sosok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa meningkatkan kesediaan warga untuk menerima vaksin Covid-19.

"Jika vaksin Covid-19 sudah tersedia dan tahu Prabowo Subianto sudah divaksin, ada 73,3 persen yang pasti mau divaksin, 20,8 persen tidak pasti mau divaksin, dan 5,9 persen tidak menjawab," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani melalui keterangannya, Senin (29/3/2021).

Dokter juga memiliki penharuh kuat bagi warga untuk divaksinasi Covid-19.

Jika dokter diketahui telah divaksin, warga yang mau mengikuti vaksinasi mencapai 73,6 persen.

Baca juga: Menkes Akui Cakupan Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Lansia Masih Rendah

"Jika vaksin Covid-19 sudah tersedia dan tahu dokter sudah divaksin, ada 73,6 persen yang pasti mau divaksin, 20,2 persen tidak pasti mau divaksin, dan 6,3 persen tidak menjawab," ujar Deni.

Baca juga: Bio Farma Masih Nego Sinopharm dan Moderna untuk Pasok 25,2 Juta Dosis dalam Vaksinasi Gotong Royong

Sementara sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terlalu kuat untuk mendorong warga melakukan vaksinasi.

Warga yang tahu Jokowi telah divaksin hanya mendorong sekitar 66,4 persen responden.

Begitu juga ketua partai (53,1 persen), tokoh agama (60,2 persen), serta tokoh adat (65,1 persen) tak setinggi Prabowo dan dokter dalam meningkatkan minat masyarakat untuk divaksinasi.

SMRC menggelar survei lewat metode wawancara tatap muka pada 23-26 Maret 2021 kepada 1.401 responden yang dipilih secara acak. 

Margin of error survei diperkirakan sekitar 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Penulis: chaerul umam
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved