Breaking News:

Prabowo Borong 25 Ribu Senapan Pindad Untuk Latihan Komponen Cadangan

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 25 ribu senapan api (senpi) jenis SS2-V5 A1 kepada PT Pindad

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 25 ribu senapan api (senpi) jenis SS2-V5 A1 kepada PT Pindad (Persero). Senapan itu rencananya diperuntukkan bagi pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menyebut pihaknya telah memproduksi 25 ribu pucuk senjata yang diperuntukkan untuk Komcad.

Abraham Mose memastikan bahwa pesanan senjata jenis SS2-V5 AI itu sudah selesai dikerjakan oleh perusahaan yang dia pimpin. Produksi senapan serbu itu termasuk dalam prioritas produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di PT Pindad.

Baca juga: Jokowi Minta PT DI dan PT Pindad Dipindahkan ke Kawasan Kertajati

”Untuk mendukung Komcad, sebanyak 25 ribu pucuk (senjata) sekarang sudah selesai,” kata Abraham.

Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Wijil Jadmiko Budi mengatakan, senjata untuk Komcad itu berbeda dengan senjata yang digunakan para tentara aktif. Senjata untuk para Komcad ini lebih pendek dan diperuntukan untuk mobilisasi ringan.

"Lalu dilengkapi vertical grip, jadi pegangan tangan tidak langsung hand grip. Ini lebih ringan karena sipil yang akan menggunakannya," kata Wijil.

Baca juga: Terima Direksi PT Mahakarya Sukma Abadi, Bamsoet Dukung Pembuatan Mobil Listrik Maung Pindad

Kemenhan sendiri memastikan senpi itu hanya akan digunakan dan dipegang para rekrutmen Komcad ketika menjalani masa latihan saja.

"Penting untuk dicatat, bahwa penggunaan senjata untuk Komcad digunakan pada saat latihan. Jadi bukan nanti Komcad (senjatanya) dibawa-bawa pulang, tidak seperti itu," kata Kepala Biro (Karo) Humas Setjen Kemenhan Marsma TNI Penny Radjendra, Jumat (2/4).

Berdasarkan PP3/2021, setiap warga negara Indonesia berhak ikut mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad dengan syarat turunan lainnya. Meski begitu, tak ada unsur paksaan bagi warga mendaftar Komcad. Semua dilakukan atas kesadaran sendiri, dan dipastikan berbeda dengan Wajib Militer yang menekankan unsur wajib bagi warganya.

Baca juga: Menteri Pertahanan AS Telepon Menhan Prabowo Bahas Kerja Sama Bilateral Hingga Laut China Selatan

Penny mengonfirmasikan memang akan ada pelatihan-pelatihan militer sehingga senjata memang diperlukan untuk menunjang pelatihan tersebut. "Dan ini penting untuk dicatat, ini tidak akan dibawa Komcad di luar latihan ini untuk latihan," jelas Penny.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved