Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Pengakuan Terduga Teroris Zulaimi Agus: Pengajar Perakit Bom Hingga Pasang Ilmu Kebal di Sukabumi

Dia mengajarkan keahliannya itu di rumah terduga teroris lainnya bernama Habib HH di Condet, Jakarta Timur.

Tribunnews/Herudin
Pasukan Brimob Polri melakukan penyisiran dan penjagaan ketat usai penyerangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terduga teroris Zulaimi Agus mengakui perbuatannya sebagai salah satu perakit bom aseton peroksida (TATP). Bukan hanya perakit, dia juga orang yang dipercaya mengajar dalam merakit bom kepada kelompoknya.

Diketahui, Zulaimi Agus merupakan salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam sebuah video yang tersebar di kalangan awak media, Zulaimi mengakui sempat mengajar merakit bom kepada sejumlah orang.

Dia mengajarkan keahliannya itu di rumah terduga teroris lainnya bernama Habib HH di Condet, Jakarta Timur.

Baca juga: Terduga Teroris Ahmad Junaidi Akui Pernah Jemur Bahan Peledak di Rumahnya

Baca juga: Densus 88 Pantau Kelompok Jamaah di Jogja dan Jatim, Diduga Terlibat Terorisme

"Saya mengajarkan cara pembuatan TATP tersebut kepada Habib HH, Jeri, Malik, Naufal dan Bang Jun di rumah Habib Husein di garasi," kata Zulaimi.

Namun, kata Zulaimi, proses pengajaran perakitan bom itu tidak berjalan mulus. Pasalnya, bom yang dibuatnya sempat meledak lantaran mengalami suatu kesalahan.

Ketika itu, sejumlah orang yang diajarkannya menjadi tak percaya dan kapok merakit bom bersama Zulaimi.

"Saya mengajarkan kepada mereka cara mencampurkan aseton Cair H2O2 cair dan HCL sekaligus hingga menyebabkan terjadinya letupan. Setelah hal tersebut terjadi, maka membuat mereka yang ada disitu yang mau belajar terlihat seperti kapok karena ada letupan, jadi mereka gak berani," ujar dia.

Diceritakan Zulaimi, salah satu hanya Habib HH yang masih mempercayakannya. Dia pun diminta untuk menyempurnakan perakitan bom tersebut.

"Setelah saya pulang ke rumah, sampai ke rumah hanya Habib yang menelepon saya menanyakan kepada saya kesalahannya ada dimana," ujar dia.

Di sisi lain, Zulaimi menyatakan pihaknya juga bersama kelompok yang sama pernah memasang ilmu kebal di Sukabumi.

'Pada bulan Februari, saya ke Sukabumi beserta jamaah Yasin Waratip tujuan meminta doa dan diisi ilmu kebal. Adapun jamaah yang diisi itu saya, Bambang, Bang Jun, Habib, Mualik, Bambang, Bang Jeri dan Jati," ujar dia.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved