Breaking News:

Cegah Dampak Pandemi ke Pembelajaran, GSM: Pengembangan Ekosistem SMK Dibutuhkan

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) khawatir pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran praktik di SMK tidak berjalan dengan baik.

istimewa
Muhammad Nur Rizal, pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggagas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal mengatakan pandemi Covid-19 dikhawatirkan akan mengakibatkan pembelajaran praktik di SMK, tidak berjalan dengan baik.

Menurut Nur Rizal, hal ini terjadi karena tidak adanya proses belajar tatap muka sehingga dapat berakibat pada menurunnya kualitas hasil belajar siswa.

"Khususnya di era pandemi, di mana tatap muka sekolah tidak terjadi. Maka diperlukan arah baru serta desain sistem sekolah yang lebih efisien dan solid untuk menciptakan peluang baru dalam menjawab persoalan ini," ucap Nur Rizal melalui keterangan tertulis, Senin (5/4/2021). 

Baca juga: Sekarang, Guru SLB dan SMK Bisa Daftar Program Guru Penggerak Angkatan 4

Dirinya mengungkapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud telah meluncurkan program super link and match antara dunia SMK dengan dunia industri.

Hingga membentuk direktorat khusus untuk menangani dunia usaha dunia industri, yaitu Mitras DUDI agar berbagai macam inisiatif program yang diluncurkan tepat sasaran.

Nur Rizal menilai dukungan terhadap Kemendikbud dapat dilakukan dengan menciptakan ekosistem SMK menjadi learning community hub yang lebih luas.

"Yaitu terhubung dengan persoalan di keluarga, masyarakat, dunia usaha hingga tren global," ucap Nur Rizal. 

Baca juga: Kemendikbud Dorong Ubah Paradigman Pendidikan SMK di Papua Melalui GSM

GSM mengajak peserta workshop BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika Malang untuk menciptakan ekosistem SMK menjadi learning community hub.

"Ekosistem ini menjadikan persoalan sosial di masyarakat sebagai sumber belajar siswa SMK sekaligus sebagai tempat siswa magang atau melakukan praktik sosial," tambah Nur Rizal. 

Langkah ini dilakukan agar para siswa terbangun empati sosial dan dapat menjadi problem solver secara mandiri.

Hal ini juga dapat menjawab kekhawatiran menurunnya kualitas pembelajaran praktik akibat pandemi

Siswa dapat menjalankan praktik kapan saja, dimana saja tanpa harus menunggu program-program khusus. 

"Di sisi lain, ekosistem SMK sebagai learning community hub akan memantik keterampilan siswa yang diperlukan di masa depan," pungkas Nur Rizal.

Baca juga: Ajak Mahasiswa Perangi Stunting, Kemendikbud: Belajar Bukan Hanya di Kampus

Para siswa dapat berpikir kritis, kreatif untuk mencari berbagai macam solusi alternatif, keterampilan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat.

Melalui workshop leadership dan mindset bagi SDM Vokasi melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan ini, maka SMK-SMK itu diharapkan tidak terlindas oleh perubahan zaman, tetapi menjadi innovater disruptor. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved