Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Densus 88 Dalami Pengakuan Terduga Teroris Yang Mengaku Sebagai Simpatisan FPI

Tim Densus 88 Antiteror Polri mendalami dugaan pengakuan para terduga teroris yang ditangkap di Jakarta-Bekasi

Budi Sam Law/Wartakota
Polda Metro Jaya memamerkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan dan penangkapan para terduga teroris di Bekasi dan Condet, Senin (29/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror Polri mendalami dugaan pengakuan para terduga teroris yang ditangkap di Jakarta-Bekasi yang mengaku sebagai simpatisan FPI.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan penyidik nantinya akan mendalami apakah ada keterkaitan aktivitas teroris para pelaku dengan pengakuannya sebagai simpatisan FPI.

"Tentunya itu menjadi masukan bagi Densus 88 untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saya rasa bukan suatu rahasia lagi, apa yang ada di publik," kata Brigjen Rusdi kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Namun demikian, pihaknya masih enggan membeberkan lebih lanjut penyidikan yang tengah dilakukan Densus 88. Yang jelas, pengakuan itu nantinya akan menjadi bahan penyidikan penyidik.

Baca juga: Terduga Teroris Condet Mantan Anggota Divisi Jihad FPI, Ini Kata Kuasa Hukum Rizieq Shihab

"Tentunya akan didalami oleh Densus 88," tukas dia.

Diketahui, para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 beramai-ramai mengaku sebagai simpatisan FPI. Pengakuan itu berdasarkan video yang tersebar di awak media.

Misalnya, Zulaimi Agus, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi yang mengaku tergabung dalam organisasi Front Pembela Islam (FPI) di salah satu kantor DPC di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Saya bergabung dengan organisasi FPI tahun 2019 di wilayah DPC Serang Baru kabupaten Bekasi sebagai wakadiv jihad. Saya bergabung dengan majelis Yasin Walatif diajak oleh Bambang alias Abi dikenalkan Habib Husein," kata Zulaimi dalam video yang tersebar di awak media.

Baca juga: Nyanyian para Terduga Teroris: Buat Bom dari Uang Infaq, Incar Pom Bensin dan Pipa Gas Pengalengan 

Ia juga mengungkapkan alasannya menjadi pembuat dan pengajar bom aseton peroksida (TATP). Dia bilang, motivasinya utamanya lantaran tidak ada lagi keadilan di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved