Breaking News:

OTT Gubernur Sulsel

KPK Dalami Transaksi Keuangan Gubernur Nurdin Abdullah Lewat Anaknya

Fathul Fauzy Nurdin merupakan anak dari Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Nurdin adalah tersangka penerima suap

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat digiring penyidik KPK keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mahasiswa bernama M. Fathul Fauzy Nurdin sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021, Rabu (7/4/2021).

Diketahui, Fathul Fauzy Nurdin merupakan anak dari Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Nurdin adalah tersangka penerima suap dalam kasus ini.

"M. Fathul Fauzy Nurdin (mahasiswa), didalami pengetahuan saksi antara lain mengenai adanya dugaan transaksi keuangan dari tersangka NA (Nurdin Abdullah) yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Tim penyidik lembaga antirasuah tersebut juga memeriksa saksi bernama Raymond Ardan Arfandy selaku wiraswasta.

Baca juga: Kasus Suap Nurdin Abdullah, KPK Periksa 4 Saksi

Baca juga: KPK Selisik Pengerjaan Proyek Atas Rekomendasi Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

Baca juga: KPK Telusuri Aliran Uang Gubernur Nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Kepada Pihak Lain

"Raymond Ardan Arfandy (wiraswasta) dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka AS (Agung Sucipto) kepada tersangka NA karena adanya pengerjaan sejumlah proyek di Pemprov Sulsel. Sekaligus didalami mengenai kerja sama saksi dengan tersangka AS dalam pengerjaan proyek," ungkap Ali.

Kemudian, penyidik KPK memeriksa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Rudy Ramlan.

"Rudy Ramlan (PNS) didalami pengetahuan saksi, antara lain terkait dengan berbagai proyek yang ditenderkan oleh Pemprov Sulsel yang salah satunya dikerjakan oleh tersangka AS," beber Ali.

Terakhir, komisi antikorupsi tersebut memeriksa seorang wiraswasta bernama John Theodore.

"John Theodore (wiraswasta) didalami pengetahuan saksi antara lain terkait dengan proyek-proyek milik Pemprov Sulsel yang pernah saksi ikut mengerjakan," kata Ali.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved