Breaking News:

Korupsi Bansos Covid di Kemensos

Penyuap Juliari Batubara, Ardian IM Ungkap Ada Istilah 'Bina Lingkungan'

Hal itu diungkapkan Ardian dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos.

TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Ardian Iskandar Maddanatja, mengungkapkan adanya istilah 'Bina Lingkungan' dalam proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial.

Hal itu diungkapkan Ardian dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos.

"Yang saya tahu, sih, 'bina lingkungan' katanya memang sebagian besar itu paket yang ada sudah ada yang pegang, jadi sisanya saja itu untuk 'bina lingkungan' dari rekomendasi internal," ucap Ardian dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Perusahaan Penyuap Juliari Batubara Salurkan Bansos, PT Tigra Bergerak di Pendistribusian Pupuk

Dalam perkara ini, Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama (Tigra) itu didakwa menyuap Juliari Batubara senilai Rp1,95 miliar terkait dengan penunjukan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19.

"Kalau saya analisis terakhir, bisa jadi 'bina lingkungan', pak, karena jumlahnya pun tidak terlalu banyak," ungkap Ardian.

Baca juga: KPK Rampungkan Berkas Penyidikan Eks Mensos Juliari Batubara

Dalam dakwaan disebutkan ada istilah 'Bina Lingkungan' yaitu membagi-bagi jatah kepada pihak sekretaris jenderal, direktur jenderal, dan para pejabat lainnya, baik di lingkungan Kemensos maupun pada kementerian/lembaga lain yang sebagian dari paket tersebut dikerjakan Ardian Iskandar Maddanatja.

Ardian sendiri mengaku baru masuk ke bisnis sembako saat pengadaan bansos.

"Saat itu bisnis Tigapilar di perdagangan batu bara juga sudah setop. Pada saat itu tidak ada pekerjaan sehingga apa pun peluang bisnis didalami, jadi saya minat," tutur Ardian.

Dalam persidangan pada tanggal 8 Maret 2021, mantan Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Adi Wahyono menyebutkan para pengusung perusahaan-perusahaan vendor penyedia bansos sembako Covid-19.

Baca juga: KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR di Kasus Bansos Covid-19 Juliari Batubara

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved