Breaking News:

Jalin Silaturahmi, PPP dan PKS Makin Kompak Perjuangkan RUU Larangan Minuman Beralkohol

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat terus berjuang dalam bidang legislasi nasional.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Pertemuan antara petinggi PPP dan petinggi PKS di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang No.82, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat terus berjuang dalam bidang legislasi nasional.

Salah satunya mengenai rancangan Undang-undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol).

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arwani Thomafi dalam silaturahim kebangsaan antara Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dan Presiden DPP PKS Ahmad Syaikhu.

"Sejumlah RUU yang telah digagas secara bersama bisa terus diperjuangkan, seperti RUU Larangan Minuman Beralkohol, RUU Perlindungan Ulama, dan RUU lainnya," ujar Arwani, di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Tanggapi Isu Reshuflle Kabinet, Mardani: Monggo Saja, PKS Istiqomah Jadi Partai Oposisi

Arwani juga menegaskan komitmen kedua partai tersebut dalam kerjasama memperkuat demokrasi yang sehat.

"Hal yang menjadi penting bagi PPP dan PKS adalah kerja sama memperkuat terciptanya demokrasi yang sehat melalui kerja sama di bidang politik dalam kontestasi politik ke depan, ataupun juga dalam kerja-kerja legislasi di DPR. Saya kira ini menjadi hal yang strategis bagi parpol dalam hal ini PPP dan PKS, saya kira itu," tutur Arwani.

Hal senada disampaikan Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy.

PPP dan PKS, lanjutnya, memiliki banyak titik temu.

Baca juga: Ketua DPP PKS Minta Pemerintah Mulai Investasi Teknologi Penanganan Bencana

"Soal legislasi di bidang keumatan saya yakin kita banyak titik temu, misalkan RUU Larangan Minuman Beralkohol, itu udah berapa kali kita tuh," kata Aboe.

Tak hanya RUU Larangan Minol saja, kata dia, PKS dan PPP juga bersepakat untuk memperjuangkan beberapa RUU lainnya. Misalnya RUU tentang Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama, hingga RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

"Udahlah kita jalan bareng-bareng, biar makin kuat. Insya Allah jika PPP dan PKS duduk bersama akan bisa menguatkan kerjasama partai politik islam yang rahmatan Lil Alamin dalam bingkai NKRI," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved