Breaking News:

Kunjungi  DPP PSI, KPK Sosialisasikan Sistem Integritas Partai Politik

Dalam kesempatan itu, KPK datang untuk melakukan koordinasi terkait sosialisasi penerapan atau implementasi Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). 

Foto: Vincentius Jyestha
Petinggi PSI dan beberapa pimpinan KPK selepas mensosialisasikan perihal SIPP, di Kantor DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan ke kantor DPP PSI, di Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). 

Dalam kesempatan itu, KPK datang untuk melakukan koordinasi terkait sosialisasi penerapan atau implementasi Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). 

“Kami datang ke PSI hari ini untuk  bersilaturahmi dan kembali mensosialiasikan penerapan atau implementasi Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). Ini penting  karena harapannya  partai politik menjadi bagian dari agenda pemberantasan korupsi, “ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat  KPK Wawan Wardiana, di kantor DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).

Wawan mengatakan PSI merupakan partai kelima yang dikunjungi KPK setelah PDIP, PPP, Gerindra, dan PKS. 

Nantinya dalam dua pekan ke depan, KPK akan menyambangi seluruh partai politik yang ada di Indonesia untuk mensosialisasikan SIPP, yang juga mencakup soal anggaran partai. 

Wawan turut menjelaskan KPK tengah mendorong peningkatan pendanaan partai yang berasal dari anggaran negara.

"Walaupun begitu, KPK juga ingin agar partai politik tak sekadar menerima dana, namun harus bersedia mengubah dirinya agar lebih transparan dan akuntabel. Dalam konteks inilah KPK mendorong penerapan integritas partai melalui SIPP ini," kata Wawan.

Baca juga: Dorong Integritas Partai, KPK Datangi Kantor PDIP dan PPP

Sementara itu, Plt Sekjen DPP PSI Dea Tunggaesti mengatakan partainya sangat mendukung upaya KPK untuk pembenahan integritas partai politik. 

Dari berbagai survei, DPR dan partai politik menempati dua posisi terbawah lembaga yang dipercaya publik. Ini konsisten sejak beberapa tahun terakhir. 

Oleh karenanya, Dea mengatakan PSI hadir untuk merubah dan memperbaiki hal tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved