Breaking News:

Penjelasan Polri Soal Aplikasi SIM Online Yang Baru Dirilis Kapolri Tidak Bisa Diakses

Aplikasi SIM Nasional Presisi (Sinar) yang baru dirilis oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat kritik.

Istimewa
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono saat mengecek kesiapan pos penyekatan di Jalur Utara, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aplikasi SIM Nasional Presisi (Sinar) yang baru dirilis oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat kritik.

Pasalnya, banyak pemohon perpanjangan SIM yang membagikan tidak bisa mengakses aplikasi tersebut.

Kondisi ini membuat Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono angkat bicara.

Menurutnya, masalah yang dialami para pemohon SIM yaitu RPC timeout.

Adapun, kata dia, masalah tersebut dipengaruhi oleh dua faktor.

"RPC timeout karena yang pertama masalah jaringan antara client (aplikasi) ke server yang memberikan service," kata Istiono kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan faktor kedua adalah banyaknya permohonan perpanjangan SIM yang diajukan masyarakat usai aplikasi itu dirilis Kapolri.

"Load server tinggi sehingga bottlenecking saat banyak request masuk," jelas dia.

Atas dasar itu, pihaknya telah tengah berupaya untuk segera melakukan perbaikan. Rencananya, aplikasi itu telah dapat digunakan pada hari ini.

"Kemarin dilakukan investigasi, proses mana yang terkena RPC, insya Allah hari ini dapat diselesaikan," tukas dia.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved