Breaking News:

Jumhur Hidayat Sebut Ahli Bahasa dari JPU Tidak Kompeten

Menurut Jumhur, ahli yang dihadirkan JPU lucu karena dia menyatakan sebuah pernyataan itu bisa berkonotasi negatif dan positif.

screenshot
Pentolan KAMI Jumhur Hidayat dengan kedua tangan terborgol, keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Aktivis sekaligus terdakwa kasus penyebaran berita hoaks, Jumhur Hidayat menyebutkan keterangan Ahli Linguistik Forensik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Andita Dutha Bachari tidak kompeten.

"Kalau dari sisi pernyatan bohong, dia tak kompeten. Karena itu ada 35 orang oengusaha menyatakan investor menyatakan resah, bohongnya di mana?" kata Jumhur di PN Jaksel, Senin (19/4/2021).

Menurut Jumhur, ahli yang dihadirkan JPU lucu karena dia menyatakan sebuah pernyataan itu bisa berkonotasi negatif dan positif.

"Dia mengatakan sebuah pendapat bisa bilang salah bisa bilang benar, ya sudah cukup sampai situ harusnya, tak usah menyimpulkan ada potensi ini, ada potensi ini, tak perlu," tuturnya.

Dia menilai, ahli seharusnya tak memberikan kesimpulan kalau pernyataannya itu bakal menimbulkan potensi tertentu ataukah tidak.

Baca juga: Ahli Bahasa: Pernyataan Jumhur soal Primitif Investor dan Pengusaha Rakus Bisa Timbulkan Keonaran

Hal yang sama, dikatakan Jumhur, dengan berita dari media massa tentang 35 investor asing yang dia kutip di Twitter miliknya.

"Dia bilang media massa itu bohong, kan gila kan. Kan cuma memberitakan ada 35 investor menyatakan UU Omnibus Law resah," tambahnya

"Tidak ada hubungannya dnegan pernyataan Kepala BKPM bahwa dia tidak pernah investasi itu tidak ada hubungannya. Jadi kelau i menyatakan ini bohong ya, itu dia gagal sebagai ahli bahasa karena bohong itu harus ada referensinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ahli Linguistik Forensik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Andita Dutha Bachari dihadirkan di ruang persidangan.

Dalam keterangan di persidangan, Andita mengatakan bahwa pernyataan Jumhur tentang primitif investor dan pengusaha rakus memiliki konotasi negatif.

Halaman
123
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved