Breaking News:

OTT Menteri KKP

Edhy Prabowo Kembali Jalani Sidang, Terungkap Dua Perusahaan Curi Start Ekspor Benur Secara Ilegal

Zulficar Mochtar menyebut ada dua perusahaan pengekspor benih lobster (benur) yang melakukan kegiatan ilegal.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo usai menjalani sidang perdana kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/4/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menyebut ada dua perusahaan pengekspor benih lobster (benur) yang melakukan kegiatan ilegal.

Keduanya adalah PT Aquatic SS Lautan Rejeki dan PT Tania Asia Marina.

Mereka disebut melakukan kegiatan ekspor benur sekitar bulan Juni yang dianggap ilegal.

Baca juga: Sidang Kasus Suap Izin Ekspor Benur, Edhy Prabowo Tak Puas Kuota 139 Juta Lalu Naikkan 3 Kali Lipat

Zulficar mengungkap hal tersebut dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan izin ekspor benih bening lobster (BBL), dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/4/2021).

"Setahu saya ada dua perusahaan yang melakukan ekspor pertama kali. Itu pertengahan Juni, tapi prosesnya mohon maaf, tidak melewati saya (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP). Jadi saya anggap itu agak ilegal," kata Zulficar.

Baca juga: Di Sidang Edhy Prabowo, JPU KPK Ungkap Keuntungan Rp38 M Perusahaan Eksportir Benur

"Jadi tahu-tahu saya membaca di koran. Ada yang sudah lolos ekspor," sambungnya.

Kabar lolosnya dua perusahaan itu ditindaklanjuti Zulficar dengan melaporkan ke Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina.

Rina kemudian membenarkan dua perusahaan tersebut sudah melakukan ekspor duluan tanpa melewati prosedur di Ditjen Perikanan Tangkap KKP.

Padahal, lanjut Zulficar, pihaknya belum mengeluarkan surat apapun termasuk Surat Ketetapan Waktu Pengeluaran (SKWP).

Baca juga: Edhy Prabowo Arahkan Antam Novambar Urus Bank Garansi untuk Tampung Uang Suap Ekspor Benur

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved