Minggu, 31 Agustus 2025

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Pasca Hilangnya KRI Nanggala 402, Prabowo Subianto: Kita harus Modernisasi Alutsista Lebih Cepat

Setelah Kapal Selam KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) kemarin, Prabowo mendesak menyatakan akan memodernisasi alutsista.

grid
KRI Nanggala 402. - Setelah Kapal Selam KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) kemarin, Prabowo Subianto mendesak menyatakan akan memodernisasi alutsista. 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah Kapal Selam KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) kemarin, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto  menyatakan akan memodernisasi alutsista lebih cepat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam konferensi pers tentang Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 bersama Panglima TNI AL, di Badung, Bali, Kamis (22/4/2021).

"Sekarang ini mendesak, kita harus memodernisasi alusista kita lebih cepat lagi. Kami yakin, saya yakin, bahwa dalam waktu dekat perlengkapan bisa kita modernisasi untuk tiga angkatan, darat, laut, dan udara," kata Prabowo dikutip dari tayangan Live Breaking News, Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Prabowo mengungkapkan akan melakukan investasi lebih besar di bidang pertahanan.

Baca juga: Spesifikasi Kapal Selam KRI Nanggala 402, Punya 4 Mesin Diesel elektrik hingga 14 Torpedo

Baca juga: Ketua DPD RI Doakan Kapal Selam KRI Nanggala yang Hilang Segera Ditemukan

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto vg
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto

Namun dengan tetap tidak mengurangi usaha pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Tapi intinya memang kita akan investasi lebih besar tanpa memengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan," sambungnya.

Lebih lanjut Prabowo menuturkan, akan merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista yang lebih tertib dan efisien.

Terlebih banyak alutsista yang perlu peremajaan.

Baca juga: Bamsoet Harap Kapal Selam Nanggala 402 Bisa Segera Ditemukan

Baca juga: Temukan Kemagnetan Tinggi di Perairan Bali, KSAL: Harapannya Itu KRI Nanggala

Selain itu alasan pembangunan kesejahteraan kerap kali menjadi hambatan dalam modernisasi alutsista.

"Nah kita sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alusista untuk lebih tertib, lebih efisien. Tapi kita memang perlu meremajakan alusista kita."

"Banyak alusista kita adalah memang keterpaksaan kita utamakan pembangunan kesejahteraan, kita belum modernisasi lebih cepat," tutur Prabowo.

Baca juga: KSAL Ungkap Detik-detik Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Pukul 03.46 WITA Masih Terlihat

Baca juga: KSAL: Belum Ada Bukti Autentik KRI Nanggala 402 Tenggelam

Ajak Masyarakat Berdoa agar KRI Nanggala 402 Bisa Segera Ditemukan

Terlepas dari masalah peremajaan alutsista, Prabowo mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa.

Agar KRI Nanggala 402 beserta awak kapal yang ada di dalamnya bisa segera ditemukan.

Prabowo menambahkan, rakyat perlu mengetahui bahwa prajurit TNI harus menghadapi banyak tantangan untuk menjaga kedaulatan negara.

Baca juga: Harapan Panglima TNI: Pencarian Membuahkan Hasil dan Seluruh Personel KRI Nanggala 402 Selamat

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Pimpinan Komisi III: Semoga Tuhan Melindungi Mereka

Setiap harinya pun prajurit TNI harus menghadapi bahaya.

Untuk itu Prabowo meminta kepada masyarakat untuk ikut mendoakan keselamatan awak kapal dan KRI Nanggala 402 bisa segera ditemukan.

"Tapi saya garis bawahi, biar rakyat juga tahu. Perjuangan anak-anak kita untuk menjaga kedaulatan negara itu sangat penuh dengan tantangan."

"Setiap hari mereka hadapi bahaya, karena itu kita mohon semua masyarakat kita berdoa bahwa masyarakat kita bisa temui dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Pimpinan Komisi III: Semoga Tuhan Melindungi Mereka

Baca juga: UPDATE Terkini KRI Nanggala 402: Kondisi Masih Layak Tempur, Kapasitas Oksigen Bertahan 3 Hari

Prabowo Sebut Mahalnya Alutsista Buat Pemerintah Dilema Pilih Pembangunan atau Jaga Pertahanan

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah kerap dihadapkan dengan dilema antara memilih pembangunan kesejahteraan atau upaya menjaga pertahanan negara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam konferensi pers tentang Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 bersama Panglima TNI AL, di Badung, Bali.

Menurut Prabowo, alutsista di bidang pertahanan bisa dibilang sangat mahal.

"Alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal, bahkan bisa saya katakan sangat mahal. Karena itu pimpinan negara selalu dihadapkan dengan dilema."

Baca juga: Berarus Kuat dan Tempat Latihan Terbaik, 2 Ahli Jelaskan Kondisi Lokasi Hilangnya KRI Nanggala 402

Baca juga: Riwayat Kapal Selam KRI Nanggala 402, Dibuat Tahun 1977, Total Pernah 17 Kali Menembak Torpedo

"Harus mengutamakan pembangunan kesejahteraan tapi menjaga kemampuan pertahanan supaya kedaulatan kita tidak diganggu," kata Prabowo dikutip dari tayangan Live Breaking News, Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa presiden telah memerintahkannya untuk menyusun suatu master plan.

Bersama pimpinan TNI, Prabowo akan membuat suatu master plan 25 tahun.

Master plan tersebut, nantinya akan memberikan totalitas kemampuan pertahanan.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Komisi I DPR: Sinyal Jelas Alutsista TNI Perlu Peremajaan

Baca juga: Panglima TNI Temui KSAL di KRI dr. Soeharso, Pantau Operasi SAR KRI Kapal Selam Nanggala 402

"Karena itu presiden pernah memerintahkan saya satu tahun yang lalu. Untuk bersama-sama pimpinan TNI menyusun suatu master plan."

"Beliau menghendaki suatu rencana induk 25 tahun yang memberi kepada kita satu totalitas kemampuan pertahanan," terang Prabowo.

Hingga kini, Prabowo masih mencoba merampungkan dan memperbaiki master plan tersebut.

Rencananya, dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan, akan bisa rampung dan bisa disampaikan kepada presiden.

"Ini sedang kita rampungkan, kita sedang menyusun, kita sedang memperbaiki. Insyaallah dalam 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI dan Kepala Staff akan kita rampungkan dan kita sampaikan kepada bapak presiden," sambungnya.

Baca juga: Keluarga Dansatsel KRI Nanggala 402 Harry Setyawan Gelar Doa Bersama, Berharap Ditemukan Selamat

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, TNI AL Perlu Miliki Submarine Rescue Vessel dan Ocean Going Ship

Hilangnya KRI Naggala-402

Diketahui sebelumnya, KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ia mengatakan, kapal selam diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer, dari utara Pulau Bali, kemarin, sekitar pukul 03.00.

KRI Nanggala semula ikut dalam skenario latihan penembakan rudal di laut Bali.

Latihan yang rencananya dihadiri oleh Panglima TNI dan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Yudho Margono tersebut, akan digelar Kamis (22/4/2021).

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Baca berita lainnya terkait Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan