Breaking News:

KPK Telusuri Aset Nurdin Abdullah Lewat Putranya

Sumber uang untuk membeli aset-aset tersebut berasal dari pemberian para kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemprov Sulsel

Tribunnews/Jeprima
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (kiri) berjalan usai mengikuti konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menyatakan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) sebagai penerima dan Agung Sucipto (AS) selaku pemberi. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa putra Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA), M Fathul Fauzy Nurdin, pada Rabu (28/4/2021) kemarin.

Ia diperiksa sebagai saksi perkara dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 bagi ayahnya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik berusaha menelusuri aset yang dibeli Nurdin lewat Fathul Fauzy.

Sumber uang untuk membeli aset-aset tersebut berasal dari pemberian para kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemprov Sulsel.

"M Fathul Fauzy Nurdin (Wiraswasta) didalami pengetahuan yang bersangkutan antara lain terkait dengan dugaan adanya pembelian berbagai aset oleh tersangka NA yang sumber uang pembelian dari pemberian para kontraktor yang mengerjakan proyek di Pemprov Sulsel," kata Ali dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021).

Di hari yang sama, penyidik KPK juga memeriksa dua saksi lainnya untuk tersangka Nurdin Abdullah, dia adalah Akbar Nugraha (Wiraswasta/PT Banteng Laut Indonesia) dan Kendrik Wisan (Wiraswasta/Komisaris PT Nugraha Indonesia Timur).

Baca juga: Emosi Tak Stabil, Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Tak Dihadirkan KPK Saat Konpers Penetapan Tersangka

"Akbar Nugraha (Wiraswasta/PT Banteng Laut Indonesia) dan Kendrik Wisan (Wiraswasta/Komisaris PT Nugraha Indonesia Timur), dikonfirmasi pengetahuan para saksi antara lain terkait dengan berbagai proyek yang di kerjakan di Pemprov Sulsel yang diduga atas rekomendasi tersangka NA melalui tersangka ER (Edy Rahmat)," kata Ali.

Sementara, di Kantor Polrestabes Makassar tim penyidik KPK juga memeriksa saksi, yaitu Muhammad Irham Samad (Wiraswasta).

"Muhammad Irham Samad (Wiraswasta) didalami pengetahuannya terkait dugaan kepemilikan berbagai aset milik tersangka NA," kata Ali.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved