Breaking News:

Kelompok Bersenjata di Papua

Kata Yenny Wahid Soal Kebijakan Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Kelompok Teroris 

Kebijakan pemerintah terhadap KKB,  jangan sampai menggeser fokus pada upaya mewujudkan masa depan Papua yang sejahtera

Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid saat diwawancarai setelah dilantik oleh KONI Pusat di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putri Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid angkat suara terkait kebijakan pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris.

Putri kedua mendiang Presiden Gusdur itu mengingatkan agar polemik kebijakan pemerintah terhadap KKB,  jangan sampai menggeser fokus pada upaya mewujudkan masa depan Papua yang sejahtera.

Demikian catatan tertulis Yenny, yang dibagikan kepada media di Jakarta, Jumat (30/4/2021)

“Pro kontra status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menjadi Kelompok Teroris, tidak boleh menggeser fokus kita pada upaya  mewujudkan masa depan Papua yang sejahtera dan mampu mensejahterakan masyarakatnya,” ujar Yenny.

Yang kontra, berharap istilah Kelompok Teroris  bisa ditinjau ulang, bisa dipahami.

Baca juga: Pakar Hukum : Penetapan Teroris Langkah Tepat Basmi KKB Papua

Dan selanjutnya mendorong  pendekatan kemanusiaan lewat dialog menjadi arus utama. 

Ini sejatinya, menurut Yenny, sejalan dengan langkah dan upaya Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam menyelesaikan beragam soal di Papua lewat pendekatan yang humanistik. 

“Mewakili kaum perempuan, saya memahami dan meyakini betul bahwa pendekatan kekerasan dalam hal apapun tidak akan menyelesaikan persoalan, termasuk di Papua,” ucapnya.

“Malah justru berpotensi memunculkan lingkaran kekerasan baru yang menimbulkan  trauma, terutama bagi generasi masa depan, anak-anak kita termasuk anak-anak di Papua,” jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved