Breaking News:

AJI Sebut Ada 5 Regulasi Ancam Kebebasan Pers

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) berada pada urutan pertama.

youtube
ilustrasi.Jurnalis di Lampung gelar aksi damai di Bundaran Adipura, Selasa (3/5/2016). Aksi damai ini dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers se-Dunia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai ada sejumlah regulasi atau aturan yang menghambat dan mengancam kebebasan pers di Indonesia sepanjang setahun terakhir. Paling tidak ada lima regulasi yang menghambat kebebasan pers.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Erick Tanjung dalam Peluncuran Catatan AJI atas Situasi Kebebasan Pers di Indonesia 2021, yang diadakan secara virtual, Senin (3/5/2021).

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) berada pada urutan pertama.

“Regulasi yang menghambat, pertama adalah UU ITE. Sampai sekarang tidak dilakukan revisi oleh pemerintah mengenai UU ITE,” jelasnya.

Kedua, AJI mencatat ada sejumlah pasal dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKHUP) yang berpotensi mengancam kebebasan pers.

Kemudian Peraturan Pemerintah (PP) 46/2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar).

 “Regulasi yang menghambat itu ada PP Postelsiar, yang merupakan turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Ini juga menjadi ancaman terhadap perkembangan pers kedepan,” jelasnya.

 Selanjutnya Peraturan Mahkamah Agung (MA) tentang Protokol Persidangan dan Keamanan dalam Lingkungan Pengadilan.

 “Peraturan MA ini sempat kita sikapi karena kita menilai bahwa peraturan ini menghalang-halangi kerja-kerja jurnalistik baik itu memotret maupun mendokumentasikan proses persidangan yang transparan,” ucapnya.

 “Akhirnya beberapa hari kemudian Peraturan MA itu dicabut. Itu menjadi catatan kita,” tegasnya.

Baca juga: AJI  Catat 25 Dari 34 Jurnalis Perempuan Pernah Alami  Kekerasan Seksual 

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved