Breaking News:

Kelompok Bersenjata di Papua

Anggota Komisi I DPR RI: Pelabelan Teroris Sudah Membuat KKB Mati Kutu

KKB tidak akan mendapat dukungan dunia internasional, bahkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Istimewa
KKB kembali beraksi bakar gedung sekolah dan Puskemas di Kabupaten Puncak, Papua. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan pelabelan sebagai teroris telah membuat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mati kutu.

Karena KKB tidak akan mendapat dukungan dunia internasional, bahkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kita juga memastikan pelabelan teroris itu tidak akan ada masalah dengan dunia internasional. Justru teroris-teroris begundal-begundal ini sudah mati kutu lah," ujar Bobby dalam diskusi virtual bertajuk “Memahami Papua serta Upaya Penyelesaian secara Kolaboratif dan Holistik,” Kamis (6/5/2021).

"Dia mau ke Jenewa juga nggak bisa. Dia mau memasukkan agenda di New York juga tidak bisa," jelasnya.

Hal ini berbeda jika kelompok separatis, suara KKB masih akan didengar di dunia internasional bahkan PBB.

"Ini bukan separatis. Kalau separatis kita represif militer, suara mereka bisa didengar di dunia internasional. Ini tidak bisa. Ini adalah transnational crime, seperti ISIS. Jadi seluruh dunia memusuhinya," jelasnya.

"Kenapa kita tidak bilang mereka separatis? Separatis itu ada okupasi wilayah, ada dukungan dari rakyat. Nah ini tidak ada. Malah mereka membunuh rakyatnya sendiri," ucapnya.

Dia menjelaskaan, tepat dan sudah sesuai konstitusi ketika pemerintah memberi label teroris kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Politikus Golkar ini menjelaskan langkah pemerintah itu sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tindak Pidana Terorisme.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved