Breaking News:

Temui Jokowi, Adian Napitupulu Diskusi Soal Penanganan Pandemi hingga Ekonomi

Dalam kesempatan itu, Adian mengungkapkan, pertemuan dengan Presiden membahas situasi nasional mulai dari penanganan pandemi Covid-19, vaksin hingga

Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Adian Napitupulu, Mustar Bona Ventura Manurung dan Fendy Mugni di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dalam kesempatan itu, Adian mengungkapkan, pertemuan dengan Presiden membahas situasi nasional mulai dari penanganan pandemi Covid-19, vaksin hingga ekonomi.

"Pembicaraan berkisar pada situasi nasional, corona, vaksin, sumber daya laut, ekonomi dan tanah untuk Rakyat," kata Adian Napitupulu dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

"Terkait masalah yang di sampaikan, Jokowi minta agar lebih intensif berkomunikasi dengan semua menterinya antara lain LBP, BKS, Erick Thohir dan Trenggono," tambahnya.

Baca juga: Istana Bantah Presiden Jokowi Mudik

Dalam kesempatan itu, kata Adian, Presiden Jokowi terlihat tenang dan kerap berbicara dengan diselingi beberapa kali tertawa dan mencatat masukan masukan yang dianggap penting.

Jokowi juga meminta agar seluruh elemen Rakyat bergandengan tangan dan gotong royong untuk melewati masa pandemi ini.

Adian juga menyampaikan banyaknya potensi kekayaan alam yang bisa di kelola untuk memperbaiki ekonomi nasional termasuk beberapa investor asing yang tertarik investasi tapi terhambat persoalan di tingkat lokal.

"Presiden dalam kesempatan itu sempat menghubungi langsung beberapa menteri untuk mengkonfirmasi apa yang di bicarakan," ungkap Adian.

Baca juga: Usai Dipromosikan Jokowi, Bipang Ambawang Banjir Pesanan, Pemilik Kewalahan Penuhi Pesanan

Selain itu, beberapa peraturan yang sempat di bicarakan antara lain PP 56, PP 35 dan Peraturan Presiden terkait harga gas yang tidak kompetitif dengan negara lain yang membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Terkait agraria, Adian menyampaikan data tentang 65.000 ha tanah PTPN yang di kelola oleh Rakyat dan perlu kepastian hukum untuk mencegah konflik agraria ke depan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved