Breaking News:

Kemendikbudristek Dorong Mahasiswa Jajaki Pembelajaran di Luar Kampus

Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam mendorong mahasiswa mendapat pembelajaran dan pengetahuan serta keterampilan di luar kampus.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam mendorong mahasiswa mendapat pembelajaran dan pengetahuan serta keterampilan di luar kampus.

Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas lulusan, dosen, dan kurikulum.

“Mahasiswa dapat mengejar mimpi dan minat mereka melalui berbagai kuliah, mendapatkan pengetahuan dari perguruan tinggi terkemuka di dunia, mengembangkan kemahiran lintas budaya, mengembangkan jejaring internasional," kata Nizam melalui keterangan tertulis, Kamis (20/5/2021).

Nizam mengatakan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus masing-masing melalui program seperti magang, melakukan KKN di wilayah pedesaan, mengajar di sekolah-sekolah, dan melakukan riset.

Baca juga: Kemendikbudristek Gelar Vaksinasi Dosis Kedua Bagi Seniman dan Budayawan

Lalu berpartisipasi dalam program pertukaran mahasiswa atau mobilitas mahasiswa di dalam dan luar negeri.
Harapannya, agar mahasiswa lebih siap untuk terjun ke dunia nyata setelah mereka lulus.

Tantangan lain dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia adalah desain kurikulum dan pengakuan kredit untuk kegiatan di luar kampus, ketersediaan dosen pendamping, program dan pendanaan.

“Dalam hal kualitas, kurikulum juga perlu ditingkatkan melalui program studi berstandar internasional, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif, serta kerja sama dengan perguruan tinggi kelas dunia," ujar Nizam.

Baca juga: Kemendikbudristek Nilai Kemampuan Belajar Mandiri Mahasiswa Terasah Selama Pandemi

Kerja sama yang dikembangkan dalam menjalankan inisiatif baru yakni Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia ini, menjadi semakin penting.

"Solusi kita adalah menyediakan pendanaan melalui berbagai skema, kebijakan pengakuan kredit, dan pengakuan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka sebagai bagian dari kinerja dosen," ucap Nizam.

Ditjen Dikti juga berharap program IISMA ini dapat memperkuat dan membuka kerjasama internasional antara perguruan tinggi di Indonesia dengan mitranya di luar negeri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved