Bursa Capres

Wacana Duet Puan-Anies Dalam Pilpres 2024, Politikus PDIP: Ibu Ketua Umum yang Memutuskan

Aria Bima menanggapi wacana duet Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dlam Pilpres 2024.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima menanggapi wacana duet Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dlam Pilpres 2024.

Menurut Aria Bima, terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi urusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"(Pilpres) 2024 Wallahu a'lam, Ibu ketua umum yang memutuskan," kata Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Menurut Bima, saat ini kader PDIP diminta fokus menyelesaikan persoalan Covid-19.

Hal itu sesuai arahan dari Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Covid-19

"PDI Perjuangan enggak usah ribut seorang capres cawapres, tidak ada ruang untuk memikirkan calon presiden dan calon wakil presiden 2024. Mikir covid-19 itu penting," ucap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.

Aria Bima enggan menanggapi lebih jauh saat disinggung adakah peluang PDIP menggaet Anies.

Menurutnya, sebaiknya Anies menyelesaikan persoalan Covid-19 di Ibu Kota.

Baca juga: Wacana Duet Puan-Anies di Pilpres 2024, Gerindra: Silakan Saja, Tapi Itu Bukan Sikap Partai

"Selesaikan dulu kompetensi mereka sebagai gubernur. Rakyat yang akan menentukan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, usulan menduetkan Puan-Anies disampailan politikus PDIP Effendi Simbolon.

Dia menyebut duet Puan-Anies sebagai rekonsiliasi nasionalis dengan religius.

Baca juga: Utamakan Kader Maju di Pilpres 2024, PKS Tak Berminat Usung Anies Baswedan?

Anggota Komisi I DPR RI itu menyarankan Gerindra mendukung pasangan Puan-Anies tanpa memiliki calon, baik di posisi capres maupun cawapres.

"Saya punya usul, saya bilang Mba Puan itu dipasangakannya harus sama Anies. Ya jangan lagi Prabowo. Jadi Puan capres, Anies cawapres," kata Effendi kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

"Itu baru rekonsiliasi nasionalis dan religi," lanjut Effendi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved