Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Antisipasi Meluasnya Varian Virus baru Corona di Indonesia

Saat ini yang terdeteksi di Indonesia berdasarkan hasil WGS  (whole genome sequencing) adalah 4 dari 8 total varian akibat mutasi Covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNNEWS.COM
Prajurit Yonkav 12/BC Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama, Kamis (27/05/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Empat varian virus Corona yang menjadi perhatian atau variant of concern telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Keempat varian tersebut yakni B117 dari Inggris,  B1351 dari Afrika Selatan, B11281 atau P1 dari Brazil dan Jepang, dan B1617 dari India.

Varian virus tersebut terbukti secara ilmiah lebih menular dan menurunkan efikasi vaksin.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah telah menyusun sejumlah langkah pararel untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian virus Corona tersebut.

"Untuk menyelesaikan permasalahan ini (varian) maka hal yang dapat dilakukan ialah melakukan berbagai solusi secara paralel, secara kolektif," katanya.

Langkah tersebut diantaranya yakni mengefektifkan testing dan karantina bagi pelaku perjalanan internasional. Tujuannya untuk menekan bertambahnya varian virus yang masuk ke Indonesia.

Baca juga: 562.242 Penyandang Disabilitas Mulai Terima Vaksinasi Covid-19

"Karena saat ini yang terdeteksi (di Indonesia) berdasarkan hasil WGS  (whole genome sequencing) adalah 4 dari 8 total varian akibat mutasi Covid-19," katanya. 

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Telah Terdeteksi Hampir di Semua Pulau di Indonesia

Selain itu kata Wiku yakni dengan menggiatkan WGS secara komplit untuk mengetahui distribusi (sebaran) secara tepat, untuk dapat menjadi dasar kebijakan pengendalian yang spesifik sesuai resiko per daerah.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Telah Terdeteksi Hampir di Semua Pulau di Indonesia

Langkah selanjutnya yakni dengan penegakan protokol kesehatan di semua sektor dan lini kegiatan demi menurunkan peluang kemunculan varian baru. Karena kata Wiku,  mutasi akan terjadi masif apabila  penularan di masyarakat juga tinggi.

 "Terakhir adalah melanjutkan vaksinasi karena pada prinsipnya vaksin yang digunakan sampai saat ini masih tergolong efektif, baik untuk mencegah penyakit atau menghindari gejala parah pada kasus positif," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved