Breaking News:

Ibadah Haji 2021

Otoritas Saudi Belum Keluarkan Instruksi soal Ibadah Haji, PAN Minta Penjelasan dari Kemenag

Saleh menilai wajar jika kemudian Fraksi PAN menanyakan langkah apa saja yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama

Jaka/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi PAN DPR RI meminta penjelasan resmi dan terbuka dari kementerian agama terkait pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2021.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay beralasan pagi ini pihaknya menerima salinan surat kedutaan Saudi Arabia yang tersebar luas di media sosial yang nadanya menyangkal beberapa informasi yang beredar di media dan masyarakat.

Baca juga: Jemaah Haji Tahun Ini Batal Berangkat, Puan Harap Kuota Indonesia Ditambah untuk Haji Selanjutnya

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPR RI tersebut, duta besar Saudi Arabia menjelaskan bahwa sampai saat ini otoritas Saudi belum mengeluarkan instruksi apa pun terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dan itu berlaku bukan hanya untuk Indonesia, tapi bagi seluruh negara lain di dunia.

Baca juga: Waketum MUI Minta Penjelasan Arab Saudi Tidak Berikan Izin Jemaah Indonesia Berhaji

"Semestinya, dari awal kementerian agama melakukan komunikasi intensif dengan pihak Saudi. Dengan pembatalan sepihak yang dilakukan kemenag tanpa berkomunikasi dengan Saudi, akan menimbulkan polemik dan juga memunculkan pandangan-pandangan spekulatif di tengah masyarakat. Dari surat yang beredar tersebut, ada pesan bahwa sesungguhnya pihak Saudi sangat terbuka untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan Indonesia," ujar Saleh, kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Atas dasar itu, Saleh menilai wajar jika kemudian Fraksi PAN menanyakan langkah apa saja yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama dalam mengupayakan terlaksananya haji tahun 2021.

Sebab sebelumnya beredar informasi bahwa jamaah haji Indonesia tidak bisa diberangkatkan karena persoalan vaksinasi. Dimana vaksin yang dipakai jamaah haji kita belum terdaftar dalam list WHO.

"Itu sempat heboh. Apakah itu memang benar? Ini perlu diklarifikasi. Sebab, minggu lalu vaksin Sinovac telah terdaftar di list-nya WHO. Kalau itu alasannya, semestinya sekarang ini sudah bisa diberangkatkan," kata dia.

Persoalan pemberangkatan haji ini dinilai Saleh akan menjadi isu krusial. Sebab, ini menjadi tahun kedua Indonesia tidak memberangkatkan calon jamaah haji.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved