Breaking News:

Sahroni Sebut Program Operasi Ketupat 2021 Berhasil, Ini Alasannya

Menanggapi pencapaian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan penghargaannya.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa minggu pascamomentum mudik Lebaran 2021 berakhir, upaya penyekatan mudik lebaran 2021 yang dilaksanakan oleh Polri bisa dinyatakan berhasil.

Hal ini karena operasi tersebut bisa menekan angka pemudik dari tahun sebelumnya secara sangat signifikan.

Menurut catatan pemerintah, jumlah pemudik tahun ini berkisar di angka 1 juta orang. Jauh turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi pencapaian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan penghargaannya.

Baca juga: Pesan Sahroni kepada 1.271 Pegawai KPK yang Jadi ASN: Jangan Terpengaruh Drama

Menurut Sahroni, ada berbagai tindakan dalam penyekatan ini yang dilakukan dengan sangat efektif dan tanggap oleh kepolisian.

“Pertama, dalam menjalankan operasi Ketupat 2021 ini, polisi udah berkordinasi secara baik dan efektif dengan banyak institusi lain. Mulai dari Dishub, Kemenkes, hingga Jasa Marga untuk mereka yang mudik lewat jalur tol. Kordinasinya pun sangat baik, dari mulai mengedukasi masyarakat supaya nggak mudik, sampai tes Covid-19 di tempat. Ini menunjukkan bahwa polisi benar-benar serius dalam menjalankan operasi ketupat 2021,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Selanjutnya, Sahroni juga menyoroti kinerja polisi di lapangan yang sangat persuasif dan akomodatif dalam menjalankan tugasnya menghalau para pemudik.

“Lalu dalam menjalankan tugasnya, polisi juga bekerja dengan humanis dan persuasif. Mereka tidak saklek atau memaksa pemudik untuk putar balik dengan keras atau tangan besi, namun justru secara persuasi, membujuk, dan memberi edukasi. Ini juga patut kita apresiasi,” ucapnya.

Baca juga: Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Tanjung Priok, Sahroni Ingatkan Bahaya Paham Radikalisme

Lebih lanjut, Sahroni juga menyebut bahwa kinerja mencegah mudik ini bukan tugas yang mudah, karena melibatkan angka masyarakat yang besar dan diperlukan kordinasi yang cekatan dengan banyak institusi negara.

“Kinerja membendung pemudik ini tentunya bukan kerja yang mudah, karena seperti kita tahu, mudik adalah kegiatan migrasi terbesar di Indonesia. Banyak masyarakat dan instutusi yang terlibat, namun dengan menurun drastisnya angka pemudik di tahun 2021, ini membuktikan bahwa polisi telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik,” pungkas Sahroni.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved