Breaking News:

Sri Mulyani Berharap Bupati Buat Daerahnya Lebih Kompetitif, Sehat dan Terus Membangun

Sri Mulyani menekankan bahwa daerah juga harus tetap hati-hati karena efek dari vaksinasi Covid-19 ini belum merata di seluruh dunia

HANDOUT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tren pemulihan perekonomian global terus berlanjut, sehingga optimisme masih tinggi meskipun faktor-faktor risiko harus tetap diwaspadai.

“Ada hal-hal positif di mana dengan membaiknya ekonomi global ekspor nasional dua bulan berturut-turut ini tumbuh di atas 50%, harga komoditas juga mulai meningkat sehingga ini kabar baik bagi pemerintah daerah yang memiliki keunggulan komparatif di bidang komoditas.

Namun di sisi lain kita tetap waspada ada potensi gejolak financial akibat lonjakan inflasi di Amerika Serikat yang mungkin mengubah kebijakan moneternya dan berimbas ke seluruh dunia,” kata Sri Mulyani saat Rakernas dan pengukuhan 114 bupati sebagai Dewan Pengurus Apkasi Masa Bhakti 2021-2026 di Bali. 

Kegiatan pengukuhan yang bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII Apkasi Tahun 2021 berlangsung secara hybrid dengan menerapkan prosedur CHSE (cleanliness, health, safety & environment sustainability) dan protokol kesehatan yang ketat.

Sri Mulyani menekankan bahwa daerah juga harus tetap hati-hati karena efek dari vaksinasi Covid-19 ini belum merata di seluruh dunia.

“Kita harus tetap waspada karena Covid-19 ini tidak mengenal batas negara.

Baca juga: Keinginan Sri Mulyani Pajaki Sembako Bakal Dijegal Fraksi Demokrat DPR

Perlu kehati-hatian dalam suasana penanganan Covid-19 di dalam negeri sambil kita mengelola kebijakan fiskal dalam memulihkan sosial ekonomi di masyarakat,” ujarnya.

Di tahun 2020, Sri Mulyani memaparkan data perekonomian nasional terpukul sangat dalam.

Ia mengatakan di tahun 2019 perekonomian nasional Indonesia tumbuh 5% dan di tahun 2020 akibat Covid-19 kita mengalami kontraksi 2% dan Bali menjadi salah satu daerah yang terimbas dengan mengalami minus 9,3%.

“Tahun 2021 kita berharap bisa pulih dengan menggunakan semua instrumen-instrumen kebijakan. Di pemerintah kabupaten instrumen yang paling penting adalah APBD.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved