Mohammad Assegaf Meninggal Dunia
Pengacara Senior Mohammad Assegaf Meninggal: Pernah Membela Soeharto, Rizieq Shihab hingga Baasyir
Kabar duka datang dari dunia advokat. Pengacara senior Mohammad Assegaf meninggal dunia pada Selasa (22/6/2021).
Editor:
Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia advokat.
Pengacara senior Mohammad Assegaf meninggal dunia pada Selasa (22/6/2021).
Informasi tersebut dibenarkan Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Happy Sihombing.
"Iya betul (meninggal dunia)," kata Happy kepada Kompas.com.
Happy menyebutkan, rumah duka M Assegaf berlokasi di Jalan Siaga, Pejaten, Jakarta Selatan.
Pengacara eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, juga mengonfirmasi kabar tersebut.
Baca juga: Profil Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Pendiri Majelis Taklim Al-Afaf dan Guru Habib Rizieq
Sugito mengatakan, dirinya mendapat informasi meninggalnya pengacara senior tersebut pada pukul 13.00 WIB.
M Assegaf, kata dia, juga pernah menjadi pengacara Rizieq Shihab.
"Sempat jadi kuasa hukum HRS juga," kata Sugito.
Sebagai informasi, selain menjadi kuasa hukum Rizieq Shihab, M Assegaf juga dikenal kerap menangani berbagai kasus hukum sejumlah tokoh, misalnya mantan Presiden Soeharto, Abu Bakar Baasyir, Susno Duadji, hingga eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
Pernah Bela Warga yang Ditangkap Densus
Mohammad Assegaf juga pernah membela seorang warga yang dituduh teroris pada tahun 2012 lalu.
Assegaf terkejut mendengar kabar NT, warga Kebon Kacang, Jakarta Pusat, yang ditangkap personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, dengan dugaan terorisme.
“Ketika mereka tengah menyembelih hewan kurban, saya ditelepon oleh orang-orang yang bertahun-tahun tinggal di Kebon Kacang. Setahu saya keluarga itu sangat baik sekali,” ujar Assegaf kepada Tribun di Jakarta, Sabtu 27 Oktober 2012.
Assegaf bagi warga Kebon Kacang bukan orang asing.
Ia mengaku pernah sepuluh tahun tinggal di kawasan ini.
Kehidupan orangtua dan anak-anak mereka di kampung ini begitu hidup karena saling gotong royong.
Ia juga mengaku tahu NT adalah anak salah satu warga yang dituakan warga pendatang asal Padang, Sumatera Barat.
Bela Abu Bakar Baasyir
Pada Senin 14 Februari 2011, Assegaf membela Abu Bakar Baasyir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Assegaf menegaskan bahwa perkara Baasyir adalah rekayasa terkait dengan penangkapan-penangkapan sebelumnya.
Sebelumnya, Jaksa penuntut umum mendakwa Amir Jamaah Anshar Tauhid Ustad Abu Bakar Baasyir merencanakan pelatihan militer di Aceh.
Hal itu diketahui dari obrolan pertemuan Baasyir dengan Joko Pitono alias Yahya Ibrahim alias Dulmatin.
Bela Eks Presiden PKS
M Assegaf pada tahun 2011 juga pernah membela Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus kuota daging sapi.
Assegaf menjelaskan bahwa kapasitas Luthfi Hasan sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu mendorong berdasarkan masukan dari masyarakat perihal daging.
Dalam kasus tersebut, KPK menduga ada aliran dana ke Luthfi sebesar Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama melalui orang dekatnya, Ahmad Fathanah yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka KPK.
Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com