Minggu, 31 Mei 2026

Virus Corona

Harga Obat Covid-19 Melambung, Luhut Ultimatum Pedagang dan Ancam Gelar Razia

Belakangan harga jual sejumlah obat-obatan sudah meroket, harga Ivermectin yang semula di bawah Rp10 ribu, kini dijual puluhan ribu rupiah.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
Surya/David Yohanes
Tim Dinas Kesehatan Tulungagung saat melakukan pengawasan toko obat. SURYA.CO.ID/DAVID YOHANES 

Selasa (6/7) kemarin Polda Metro Jaya sudah menangkap seorang penjual yang mematok harga obat Ivermectin jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Penjual obat tersebut memasarkan Ivermectin seharga Rp475 ribu per kotak. Padahal seharusnya obat tersebut hanya dijual Rp75 ribu per kotak, dengan rincian Rp7,5 ribu untuk satu vial/tablet.

"Ditemukan Rp475 ribu harganya. Ini yang kemudian kami amankan, pemilik tokonya inisialnya R. Sekarang masih kami lakukan pendalaman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, kemarin.

Pedagang obat dengan harga tinggi itu ditemukan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur pada 4 Juli 2021 lalu. Polisi mendalami kemungkinan spekulan-spekulan lain ikut terlibat dalam penjualan obat Ivermectin dengan harga tinggi tersebut.

"Ini masih kami proses dan kami terus lakukan pendalaman, juga penyidikan lagi. kemungkinan ada spekulan-spekulan lagi yang bermain, menaikkan harga," tambah dia.

Tersangka tidak ditahan lantaran ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara. Namun tersangka dijerat dengan Pasal 198 Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Ada beberapa Undang-undang lain termasuk KUHP ini akan kita dalami semuanya, termasuk mungkin apakah ada dari hilir kami dapat sampai ke hulunya kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur," tambah Yusri.

Menurut Yusri, polisi juga melakukan patroli di ruang siber untuk melihat harga-harga obat yang dijual secara daring.

Kata dia, dalam sejumlah temuan masih ada pihak yang menjual obat-obatan tersebut dengan harga hingga Rp700 ribu. Upaya atau modus seperti itu, kata dia, akan ditindak tegas oleh aparat.

"Pelaku-pelaku, penjual-penjual bermain di media online kami akan lakukan penindakan yang tegas untuk semuanya ini," ujar dia.

Terkait harga obat-obatan yang kini melambung, termasuk mengenai ancaman Luhut yang akan melakukan razia ke gudang-gudang produsen obat, Tribunnews.com sudah berusaha mengkonfirmasi hal itu kepada pihak PT Hansen Laboratories sebagai produsen Ivermectin.

Tribunnews.com awalnya mengirimkan pesan percakapan melalui aplikasi WhatsApp kepada Direktur Marketing PT Harsen Laboratories dr. Riyo Kristian Utomo, MH.Kes, CH, CMH, Cht, Selasa (6/7).

Saat mengetik salam perkenalan, status dr. Riyo masih terlihat online. Namun setelah pesan berisi perkenalan bahwa pengirim adalah wartawan Tribunnews.com itu dikirim dan sudah centang dua (terkirim), status dr. Riyo tiba-tiba tak lagi terlihat online.

Beberapa pesan yang dikirim setelahnya untuk mengkonfirmasi apakah benar ada permainan harga obat dari pihak perusahaan dan harga produksi Ivermectin pun tak dibalas sama sekali.

Setelahnya Tribunnews.com mencoba menelepon langsung kontak dr. Riyo. Namun panggilan telepon itu langsung masuk ke kotak suara.

"Tekan 1, 3, atau 5 untuk meninggalkan pesan suara. Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan," begitu suara dari operator telepon.

Hingga berita ini ditulis, Tribunnews.com sudah mencoba menelepon dr. Riyo hingga beberapa kali, namun tetap masih sama hasilnya. Status di percakapan WhatsApp yang bersangkutan pun tak lagi online.(tribun network/fik/dit/riz/dod)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved