Breaking News:

Virus Corona

Jubir Satgas Covid-19: Dua Kali Dosis Vaksin Sudah Sangat Cukup untuk Masyarakat Umum

Wiku menjelaskan bahwa masyarakat belum perlu mendapatkan booster vaksinasi ketiga seperti Nakes.

screenshot
Wiku Adisasmito 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan para tenaga kesehatan (Nakes) akan menerima booster vaksinasi ketiga dalam waktu dekat menggunakan vaksin Moderna dari Amerika Serikat.

Lantas apakah masyarakat juga perlu menerima booster?

Wiku menjelaskan bahwa masyarakat belum perlu mendapatkan booster vaksinasi ketiga seperti Nakes.

Dua kali dosis vaksin bagi masyarakat, ditegaskan Wiku sangat cukup dalam membentuk kekebalan individu yang bisa bertahan bulanan hingga tahunan.

"Tapi bagi masyarakat umum, saat ini dua kali dosis vaksin sudah sangat cukup untuk membentuk kekebalan individu. Karena studi ilmiah menunjukkan rata-rata antibodi pada populasi dapat bertahan dalam jangka waktu bulanan bahkan tahunan," ujar Wiku, dalam konferensi pers di Youtube, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Menlu Akui Kesenjangan Akses Vaksin Masih Terjadi di Seluruh Dunia

Dia juga menjawab pertanyaan mengenai Vaksin Sinovac yang dianggap tak ampuh dalam menangkal varian-varian baru, termasuk varian Delta.

Pertanyaan itu dilontarkan karena tidak sedikit orang yang tetap terpapar virus corona, bahkan banyak Nakes gugur meskipun sudah mendapat vaksinasi dengan Sinovac.

Wiku mengatakan bahwa studi ilmiah telah membuktikan vaksin Covid-19 merek apapun, tak terkecuali Sinovac, memiliki kemampuan meredam tingkat keparahan gejala Covid-19.

"Dalam hal ini WHO menyatakan bahwa keberadaan vaksin Covid-19 masih penting terutama dalam meminimalisir gejala yang ditimbulkan," jelas Wiku.

Selain itu, Wiku mengatakan vaksinasi berperan penting meminimalkan munculnya varian baru.

Dia mengutip hasil penelitian terhadap 1,8 juta genome virus Covid-19 dari 183 negara di seluruh dunia.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa pasien yang sudah mendapat suntikan vaksin dan kemudian terkonfirmasi positif Covid-19, memperlihatkan adanya penurunan peluang mutasi.

"Salah satu studi dari 1,8 juta genome virus COVID-19 dari 183 negara menyatakan, bahwa pasien yang sudah divaksin dan positif melihat adanya penurunan mutasi yang terjadi. Oleh karena itu vaksinasi juga berperan penting dalam meminimalisir munculnya varian baru," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved