Breaking News:

Virus Corona

MUI Kecam Tindakan Kasar Oknum Aparat dalam Penegakan PPKM Darurat

Para pedagang harus menafkahi keluarganya, sehingga tetap keluar rumah untuk berdagang.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pasar Rebo melakukan penertiban pedagang kaki lima, pak ogah, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengecam tindakan oknum aparat yang melakukan penegakan aturan PPKM Darurat secara kasar dan arogan terhadap para pedagang.

Menurut Anwar Abbas, para pedagang tersebut bukan tidak tahu bahwa Covid-19. berbahaya. Namun mereka harus menafkahi keluarganya, sehingga tetap keluar rumah untuk berdagang.

"Saya mengecam dengan keras tindakan aparat dalam menegakkan PPKM yang sangat kasar dan arogan terutama dalam menghadapi rakyat lapis bawah dan para pedagang kecil," ucap Anwar melalui keterangan tertulis, Minggu (18/7/2021).

Anwar mengatakan kalau tidak berdagang, maka pedagang tidak akan mendapatkan penghasilan.

Baca juga: IAKMI Sebut Banyak Pihak Keliru Ukur Efektivitas PPKM Darurat Hanya dari Volume Lalin di Jalanan

Sementara para aparat tetap mendapatkan gaji di awal atau akhir bulan. Dirinya meminta pemerintah memberikan bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak penerapan PPKM Darurat.

Baca juga: Luhut: Saya Minta Maaf kepada Seluruh Rakyat Indonesia jika Penanganan PPKM Darurat Belum Optimal

"Oleh karena itu semestinya jika pemerintah melarang mereka untuk beraktivitas, semestinya pemerintah mengganti dan memberi mereka uang berupa bantuan langsung tunai (BLT) agar mereka dapat memenuhi kebutuhan pokoknya," tutur Anwar.

Masyarakat, kata Anwar, akan akan stres dan hidup kelaparan jika tidak mendapatkan bantuan. Sehingga imunitas atau kekebalan tubuh akan menurun.

"Sehingga mereka juga akan dengan mudah terkena penyakit termasuk Covid-19," ucap Anwar.

Dirinya menilai pemerintah semestinya pemerintah tidak hanya fokus menyukseskan PPKM. Namun juga harus memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

"Dan tindakan aparat yang arogan serta tidak berperikemanusiaan itu telah menambah runyam masalah. Sehingga mereka yang sudah miskin tersebut malah semakin bertambah tingkat kemiskinannya," ungkap Anwar.

"Oleh karena itu saya sangat menyesalkan kebijakan PPKM ini yang tidak diimbangi dengan kebijakan yang bersifat melindungi kesejahteraan rakyatnya. Ditambah lagi dengan perilaku para aparat yang tidak manusiawi dimana mereka telah merasa hebat dan berhasil kalau mereka bisa menyikat dan memporak porandakan barang dagangan rakyat kecil tersebut," tambah Anwar.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved