Breaking News:

Virus Corona

Sayangkan Aksi Massa di Bandung, Jubir Luhut: Jangan Ambil Resiko Terberat

Pemerintah turut menyayangkan aksi sejumlah massa yang terjadi di Bandung, Jawa Barat serta Ambon terkait kebijakan PPKM Darurat.

Deni Denaswara/Tribun Jabar
Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah turut menyayangkan aksi sejumlah massa yang terjadi di Bandung, Jawa Barat serta Ambon terkait kebijakan PPKM Darurat.

Juru Bicara Kemenko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, seharusnya penyaluran aspirasi bisa dilakukam dengan aman dan tertib tampa menimbulkan kerumunan massa.

Hal itu disampaikan Jodi Mahardi saat Siaran Pers PPKM yang ditayangkan dalam kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Harus Disertai Masifnya Testing

"Sangat disayangkan ada kerumunan massa di Bandung dan di Ambon penyaluran aspirasi lebih aman sudah tersedia. Para pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis sudah membuka berbagai cara menyerap aspirasi masyarakat," kata Jodi.

"Mari jangan ambil resiko yang terberat apabila ada cara yang lebih aman," tambahnya.

Baca juga: Sindikat Perdagangan Obat Pasien Covid-19 di Jabar, Jual Dengan Harga Hampir 4 Kali Harga Normal

Jodi juga menyebuy, tindakan tersebut sangat disayangkan karena akan meningkatkan risiko penularan Covid-19 varian Delta

Terlebih, dampak penularan akan terlihat dalam satu-dua minggu kedepan.

"Perlu saya ingatkan, tidak ada wilayah yang tanpa resiko selama pandemi, hanya ada resiko tinggi dan resiko rendah. Tidak ada 0 risiko. Jadi apapun yang kita lakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan resiko Penularan covid 19 terhadap kita dan orang lain," jelas Jodi.

Baca juga: Pria Asal Tuban Ijab Kabul Berjarak 4 Meter Gara-gara Positif Covid-19, Acara Hanya Dihadiri 6 Orang

"Dan ingat varian Delta menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya jadi tidak ada kegiatan yang aman dari resiko tindakan yang meningkatkan resiko seperti melanggar pedoman dan anjuran dari pemimpin dan ulama nya sendiri akan mengurangi efektivitas dari usaha-usaha kita," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved