Jumat, 10 April 2026

Aplikasi Ini Ajak Milenial Lebih Peduli Lingkungan

Setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik dan 9 persennya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau dan laut

Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
Shutterstock
Ilustrasi sampah plastik 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia diperkirakan menghasilkan 85.000 ton sampah per harinya dengan perkiraan kenaikan jumlah mencapai 150.000 ton per hari pada tahun 2025.

Jumlah ini didominasi oleh sampah yang berasal dari rumah tangga, yang berkisar antara 60 persen hingga 75 persen.

Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis bulan April lalu mencatat, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik dan 9 persennya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau dan laut.

Untuk itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan target strategis untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke lautan sebesar 70 persen di tahun 2025.

Melihat pengelolaan sampah di tanah air yang masih rendah, Ceo sekaligus Co-founder Octopus Moehammad Ichsan membuat aplikasi Octopus yang memungkinkan penggunanya menyetorkan kemasan bekas pakai untuk didaur ulang.

Pengguna, dengan target utama anak muda yang sudah peduli lingkungan, akan mendapat imbalan seperti voucher potongan harga saat membeli kopi-kopi kekinian.

Baca juga: Ajak Anak untuk Menjaga Lingkungan Sejak Dini dengan Memilah Sampah

“Aplikasi pengumpulan kemasan bekas pakai, berkembang pesat seiring makin tingginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama memberdayagunakan produksi sampah secara sistematis,” ujar Moehammad Ichsan saat webinar Solusi Inovatif dan Public Private Partnership dalam Implementasi Ekonomi Sirkular, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ichsan mengatakan sat ini Octopus memiliki 3 mobile apps, yaitu untuk pengguna (consumers), pelestari (waste collectors), dan pebisnis produksi sampah (checkpoints).

Ketiga aplikasi ini telah besinergi sangat baik, hingga selama 6 bulan terakhir, Octopus telah berhasil mengumpulkan 9,9 juta produk sampah dari para pengguna.

Yang membanggakan, salah satu pelestari Octopus meraih penghasilan sejumlah 10,4 juta rupiah dalam satu bulan pada Oktober 2020.

Ketiga aplikasi ini telah besinergi sangat baik, hingga selama 6 bulan terakhir, Octopus telah berhasil mengumpulkan 9,9 juta produk sampah dari para pengguna.

Yang membanggakan, salah satu pelestari Octopus meraih penghasilan sejumlah 10,4 juta rupiah dalam satu bulan pada Oktober 2020.

"Dengan alasan kami ingin mulai berinovasi dari Indonesia bagian timur.

Mengenai bagaimana cara-cara sampah yang dikonsumsi tidak lari ke tempat sampah ataupun dibuang, tapi bisa menjadi penggerak industri daur ulang yang dapat meningkatkan aktifitas sirkular ekonomi," kata Ichsan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved