Breaking News:

Virus Corona

Cegah Ego Wilayah dalam Penanganan Pandemi di Jadetabek, Ini Instruksi Wapres

Ma'ruf memahami sebagai wilayah aglomerasi, mobilitas penduduk yang tinggi di wilayah Jabodetabek tidak dapat dihindarkan.

BPMI Setwapres
Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan agar penanganan pendemi Covid-19 di wilayah aglomerasi Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) perlu integrasi program dan data-data yang baik melalui koordinasi para gubernur di wilayah tersebut.

“Penanganan Covid di wilayah Jabodetabek tidak dapat didasarkan pada wilayah administratif semata-mata. Penanganan Covid di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek harus dilakukan secara terintergrasi dan terpadu melalui koordinasi yang baik antara Gubernur DKI, Jawa Barat, dan Gubernur Banten,” kata Ma'ruf saat memberikan pengarahan kepada seluruh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi melalui konferensi video, Senin (2/08/2021).

Ma'ruf memahami sebagai wilayah aglomerasi, mobilitas penduduk yang tinggi di wilayah Jabodetabek tidak dapat dihindarkan.

"Banyak masyarakat yang berdomisili di wilayah-wilayah tersebut mencari nafkah di Jakarta, dan begitu juga sebaliknya. Mobilitas ini kemudian dapat menjadi salah satu bentuk rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Baca juga: Wapres: 605 Kiai dan Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan, selain koordinasi yang baik, diperlukan juga penekanan penanganan secara terpadu dari hulu ke hilir.

“Penanganan pandemi dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek harus harus memiliki dan menggunakan standar dan kualitas setara baik dalam pelaksanaan protokol kesehatannya maupun dalam rangka penanganan 3T nya Testing, Tracing dan Treatment,” tambahnya.

Wapres juga berpesan kepada Menteri Dalam Negeri serta seluruh jajaran pimpinan di wilayah aglomerasi Jabodetabek agar dapat melakukan koordinasi lebih lanjut tentang penanganan pandemi Covid-19 di wilayah ini.

“Jangan sampai ada semacam, kalau istilah Pak Jaksa Agung, ego kewilayahan. Sebab ini menjadi suatu daerah yang aglomerasi, mungkin perlu dicari modelnya seperti apa,” pungkas Wapres.

Baca juga: Wapres Dukung Upaya DIY Tekan Mobilitas Masyarakat Melalui Jaga Warga

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, dan para Walikota se-DKI Jakarta.

Sementara itu, Wapres didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Plh. Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, serta para Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi.

Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved