Breaking News:

Calon Hakim Agung Jupriyadi Ditanya Soal Pengurangan Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki

Amzulian menanyakan hal tersebut karena terkait dengan pengurangan hukuman terhadap Djoko Tjandra dan Pinangki banyak didiskusikan

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus dugaan pemberian suap kepada penegak hukum dan permufakatan jahat, Djoko Tjandra. 

Sebelumnya Jupriyadi menjelaskan pandangannya terkait dengan disparitas putusan di negara-negara yang menerapkan sistem hukum common law (anglo-saxon).

Jupriyadi mengatakan di negara-negara yang menganut sistem hukum common law, putusan-putusan hakim terdahulu mengikat terhadap hakim atau perkara yang dipersidangkan berikutnya. 

Sedangkan di Indonesia, tidak berlaku asas preseden atau asas bahwa seorang hakim dalam memutus perkara tidak boleh menyimpang dari hakim yang lain, baik yang sederajat maupun yang lebih tinggi.

Selain itu di negara-negara common law eksaminasi putusan sudah merupakan kebiasaan dan dilembagakan, namun di Indonesia belum sepenuhnya. 

Dalam realitanya, lanjut dia, akhir-akhir ini yang namanya eksaminsasi oleh pihak ketiga mungkin dari pihak perguruan tinggi dan lain sebagainya sudah sering dilaksanakan.

Baca juga: Pinangki Dijebloskan ke Sel Lapas Wanita Tangerang, Kini Lepas Hijab

"Namun demikian dalam praktik itu tidak mengikat kepada hakim-hakim kita," kata dia.

Selain itu, kata Jupriyadi, diskusi-diskusi yang dilaksanakan dalam sistem common law itu juga mengurangi adanya disparitas.

Hal itu karena menurutnya para hakim nantinya akan menggunakan hasil diskusi-diskusi tersebut untuk menangani perkara yang sejenis dengan perkara yang terdahulu.

"Pada pengadilan kita, sistem kita, memang sudah ada namun belum secara menyeluruh dan belum menjadi kebiasaan dalam sistem penegakan hukum kita," kata dia.

Jupriyadi pun menjawab terkait kendala yang dihadapi oleh hakim-hakim di Indonesia tidak mempedomani putusan pengadilan di tingkat sebelumnya sehingga kepercayaan publik tidak berkurang.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved