Jumat, 29 Agustus 2025

Sumbangan Rp 2 Triliun

Mahfud MD Ragukan Sumbangan Rp 2 Triliun Keluarga Besar Akidi Tio

Mahfud mendukung sikap Menteri Hukum dan HAM era Presiden SBY Hamid Awaluddin yang tak mau percaya dengan sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio

Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meragukan sumbangan senilai Rp 2 triliun dari pengusaha almarhum Akidi Tio untuk penanganan pandemi covid-19 di Sumatera Selatan.

Ia pun mengaku sengaja mencuitkan frasa "Mudah-mudahan itu nyata" di akun Twitternya untuk menyindir mereka yang percaya dengan sumbangan tersebut.

"Terkait Akidi Tio saya sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya ketika saya mencuit 'Mudah-mudahan itu nyata' Saya justru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu," kata Mahfud dalam keterangannya pada Senin (2/8/2021) malam.

Mahfud mengatakan juga sudah bertanya kepada Gubernur Sumsel Herman Deru terkait hal tersebut.

Ternyata, kata dia, Herman juga hanya diundang seremoni sebagai Forkompimda secara dadakan tapi tak ada penyerahan barang atau dokumen apapun. 

Baca juga: Bank Indonesia Enggan Berpolemik Soal Sumbangan Rp 2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio

Dalam hal ini ia juga mengaku mendukung sikap Menteri Hukum dan HAM era Presiden SBY Hamid Awaluddin yang tak mau percaya begitu saja dengan sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio itu.

"Makanya saya memposting tulisan Hamid Awaluddin sambil menceritakan pengalaman saya.

Itu untuk mengingatkan mereka yang percaya dan bersemangat pada hal yang tak rasional seperti itu," kata Mahfud.

Ia mengatakan modus kebohongan terkait sumbangan tersebut sama dengan sejumlah kejadian sebelumnya.

Sejak dulu, lanjut dia, banyak orang yang mengaku mau menyumbang, bisa menggali uang dengan kesaktian secara ajaib, bisa menemukan obat untuk 1000 penyakit, tapi semua bohong. 

Selain itu, kata dia, pernah juga ada orang mengaku menemukan harta karun peninggalan Majapahit tapi tak jelas juntrungannya. 

Kemudian, kata dia, ada yang menunjukkan sertifikat pengakuan utang miliaran dollar Amerika kepada Presiden Soekarno oleh sebuah Bank di Swiss bertahun 1962.

Menurut cerita tersebut, kata Mahfud, orang tersebut kemudian meminta dicarterkan pesawat dan hotel selama seminggu untuk mencairkan uang itu bersama lima orang.

Namun ternyata, lanjut Mahfud, setelah dicek Bank tersebut tidak ada. 

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan