Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Politikus NasDem Soroti Putusan PT Jakarta yang Dinilai Kerap Korting Hukuman Koruptor

Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang kerap mengurangi masa hukuman para koruptor membuat Anggota Komisi III DPR geram.

Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem, Eva Yuliana menyoroti putusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang dinilai sering mengurangi hukuman bagi para koruptor.

Secara pribadi, Eva sangat menghormati peradilan sebagai lembaga independen yang tidak bisa diintervensi.

Namun, dengan adanya putusan seperti itu masyarakat pasti banyak yang bertanya-tanya perihal independensi Hakim.

"Saya berharap proses dan putusan hukum di Indonesia tidak mencederai hati rakyat, tapi keputusan hakim itu sudah mencederai rasa keadilan," kata Eva dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Calon Hakim Agung Jupriyadi Ditanya Soal Pengurangan Hukuman Djoko Tjandra dan Pinangki

Hal yang menjadi sorotan Eva adalah putusan untuk mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra.

Semula, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara atas Pinangki.

Namun oleh Pengadilan Tinggi (PT) diturunkan menjadi 4 tahun.

Begitupun Djoko Tjandra, dari vonis 4,5 tahun kurungan menjadi 3,5 tahun.

"Ini kali kedua sepengetahuan saya di dalam waktu berdekatan, pengadilan tinggi disorot karena meringankan hukuman, setelah beberapa waktu lalu meringankan vonis mati bandar narkoba menjadi vonis hukuman seumur hidup," ujarnya.

Baca juga: Pinangki Dijebloskan ke Sel Lapas Wanita Tangerang, Kini Lepas Hijab

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved