AHY: Muda Berarti Pantang Menyerah, Bukan Dimanja
Meski, kata AHY, keterlibatan generasi muda bukan berarti memberikan kemanjaan, apalagi menyediakan karpet merah.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, pentingnya keterlibatan seluruh generasi termasuk anak muda untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Meski, kata AHY, keterlibatan generasi muda bukan berarti memberikan kemanjaan, apalagi menyediakan karpet merah.
Hal itu disampaikan AHY saat pidato Kebangsaan dalam memperingati 50 tahun CSIS Indonesia melalui virtual, Senin (23/8/2021).
"Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah. Muda berarti pantang menyerah dan tidak takut gagal karena dalam setiap kegagalan ada pelajaran untuk bangkit, dan besertanya, ada peluang untuk menang," kata AHY.
Baca juga: AHY: Menyakitkan, Jika Setiap Kritik Dianggap Sebagai Perlawanan
Lebih lanjut, sang putra Presiden ke-5 RI ini menilai, yang dibutuhkan generasi muda saat ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa muda adalah kekuatan dalam pemikiran dan perbuatan.
Ia menyebutkan, muda berarti memiliki keberanian untuk melakukan perubahan dan lompatan serta tidak ragu untuk keluar dari zona nyaman, beradaptasi, bekerja keras, menghadapi disrupsi, dan menjawab tantangan zaman.
Termasuk, menerima bimbingan dan nasehat dari para senior untuk terus semangat. Bukan, malah dilecehkan dan tak diberi kesempatan untuk berkembang.
AHY menilai, generasi muda justru harus dituntut sekaligus ditempa dan dipersiapkan menjadi calon-calon pemimpin hebat.
"Oleh karena itu, adalah tugas generasi muda hari ini untuk semakin memperkuat daya saing bangsa ini sehingga benar-benar siap digunakan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegas AHY.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/agus-harimurti-yudhoyono-ahy-terpilih-secara-aklamasi-sebagai-ketum-partai-demokrat.jpg)