Surya Paloh: Politik Tanpa Mahar Sering Dianggap Main-main dan Bohong
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut, partai politik sedang mengalami situasi yang tidak mudah.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut, partai politik sedang mengalami situasi yang tidak mudah.
Dimana, partai politik menghadapi situasi penurunan keanggotaan, kepercayaan publik rendah, dan masalah internal, seperti korupsi dan permasalahan hukum yang terjadi saat ini.
Paloh pun menjelaskan, jika suatu partai politik inkonsisten terhadap cita-cita utama dalam mendirikan partai politik, maka sukar untuk menjawab persoalan tersebut.
Hal itu disampaikan Surya Paloh dalam Dialog Kebangsaan dalam memperingat 50 tahun CSIS Indonesia melalui virtual, Senin (23/8/2021).
“Kalau ada konsisten, ada budaya malu melakukan hal yang semestinya tidak kita lakukan (korupsi), seberat apa pun permasalahan yang kita hadapi, yang penting kita ada optimisme,” kata Surya Paloh.
Baca juga: Hadirkan Juru Bahasa Isyarat, PAN Jadi Parpol Pertama Gelar Acara Ramah Difabel
Sementara, ia menilai konsistensi dan optimistis tersebut dapat terganggu karena perdebatan dan pergeseran kaderisasi di partai politik itu sendiri.
Salah satunya, soal perdebatan yang muncul yakni politik tanpa mahar.
Paloh mengungkapkan, bahwa politik tanpa mahar yang digaungkan Partainya, kerap dianggap main-main.
“Ada perdebatan di antara kita ketika politik tanpa mahar dianggap main-main. Ketika politik tanpa mahar disebut nihilsme, bohong," ungkap Paloh.
Sedangkan, ada partai yang berupaya secara ikhlas, jujur, tulus untuk menjalankan politik tanpa mahar itu sebagai suatu sumbangsih pendidikan politik kepada bangsa.
"Saya pikir, bermula kembali kepada kesabaran, ketabahan, konsistensi daripada siapa pun yang ingin melakukan politik tanpa mahar," jelasnya.