Breaking News:

TNI AL Tangkap Kapal Tanker Berbendera Panama yang Angkut Ribuan Ton Minyak Hitam Diduga Limbah

TNI AL menangkap kapal tanker berbendera Panama memuat minyak hitam sebanyak sekira 4.600 ton.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Foto: Dispen Koarmada I
TNI AL menangkap kapal tanker berbendera Panama memuat minyak hitam sebanyak 4.600 ton diduga limbah tanpa dilengkapi dokumen yang sah di perairan Pulau Tolop Kepulauan Riau. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI AL menangkap kapal tanker berbendera Panama memuat minyak hitam sebanyak sekira 4.600 ton diduga limbah tanpa dilengkapi dokumen yang sah di perairan Pulau Tolop Kepulauan Riau.

Panglima Koarmada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah mengatakan Koarmada I selaku Kotama Operasional TNI AL bertugas menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan matra laut sesuai kebijakan Panglima TNI.

Implementasi dari tugas tersebut, kata dia, adalah menggelar operasi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut yurisdiksi nasional Indonesia secara intensif.

Intensitas operasi laut yang dilakukan TNI AL dalam hal ini Koarmada I dan jajarannya, kata dia, membuahkan hasil dengan ditangkapnya MT Zodiac Star yang diduga melakukan pelanggaran di perairan Indonesia.

Baca juga: TNI Kirim Bantuan Generator Oksigen untuk RSUD Wamena

Penangkapan MT Zodiac Star berbendera Panama, kata dia, berawal dari laporan intelijen yang ditindaklanjuti oleh Lanal Batam dengan menggerakan KAL Nipa I-4-57 guna menyisir perairan Pulau Tolop Kepulauan Riau.

Kapal Angkatan Laut (KAL) Nipa kemudian segera melakukan pengejaran menuju sasaran dan mendapati secara visual sebuah kapal yang mencurigakan.

KAL Nipa, kata dia, lantas melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap MT Zodiac Star.

Dari pemeriksaan awal diketahui kapal dengan bobot 3.224 GT tersebut memuat minyak hitam diduga limbah sebanyak kurang lebih 4600 Ton tanpa dilengkapi dokumen.

MT. Zodiac Star diawaki 19 orang termasuk Nakhoda (DF) di mana 18 orang di antaranya berkewarganegaraan Indonesia dan satu ABK berkewarganegaraan Malaysia.

Kapal tanker yang berlayar di Perairan Indonesia tersebut, kata dia, juga tidak dilengkapi Surat Persetujuan (Port Clearence), mengangkut barang berbahaya dan barang khusus dengan tidak menyampaikan pemberitahuan serta hanya bisa menunjukan beberapa dokumen yang sudah kadaluarsa.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved