Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Ingatkan Poin-poin Penting Selama Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah menyampaikan ada hal lain yang perlu diperhatikan dari pihak penyelengara pembelajaran tatap muka.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di SMA Negeri 1 Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa sekolah menengah atas tersebut dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru protokol kesehatan COVID-19 serta membatasi kapasitas jumlah siswa 50 persen dengan jadwal masuk sekolah secara bergantian. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level 1 hingga 3 memengaruhi aktivitas masyarakat pada fasilitas publik.

Salah satunya adalah pemerintah telah mengizinkan pembelajaran sekolah tatap muka terbatas bagi beberapa daerah yang telah berada di level 1 hingga 3.

Selain perubahan level, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro pemerintah menyampaikan ada hal lain yang perlu diperhatikan dari pihak penyelengara pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Agar PTM Lancar, Orang Tua Diminta Dorong Anaknya Ikut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: 3 Kondisi Ini Bisa Membuat Sekolah Tatap Muka Dihentikan, Apa Saja?

Pertama, pihak sekolah harus melakukan vaksinasi dan pendataan.

Baik pada pelajar dan semua yang terlibat di sekolah. kedua, sekolah harus memenuhi standar kesiapan pembelajaran sesuai daftar periksa.

Sebanyak 750 siswa menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum digelarnya proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 9, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (6/9/2021). Vaksinasi Covid-19 massal untuk pelajar ini digelar BIN bekerja sama dengan Dinkes Palembang dan Diknas Palembang. Kepala SMPN 9 Palembang, Komalawaty mengatakan, vaksinasi ini dilakukan di SMPN 9 Palembang dengan target sebanyak 750 siswa. Dari SMPN 9 sebanyak 560 siswa karena sebagian ada yang sudah divaksin, sisanya dari SMPN 57 Palembang guna memenuhi kuota vaksinasi. Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Sebanyak 750 siswa menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum digelarnya proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 9, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (6/9/2021). Vaksinasi Covid-19 massal untuk pelajar ini digelar BIN bekerja sama dengan Dinkes Palembang dan Diknas Palembang. Kepala SMPN 9 Palembang, Komalawaty mengatakan, vaksinasi ini dilakukan di SMPN 9 Palembang dengan target sebanyak 750 siswa. Dari SMPN 9 sebanyak 560 siswa karena sebagian ada yang sudah divaksin, sisanya dari SMPN 57 Palembang guna memenuhi kuota vaksinasi. Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat (Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat)

"Seperti laman data pokok pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), dan Education Management Information Systime (EMIS) dari Kementerian Agama. Kemudian membentuk Satgas Covid-19 di sekolah," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Selasa (7/9/2021).

Ketiga, sekolah harus mengadakan pemenuhan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Misalnya harus ada sarana cuci tangan. Kemudian kondisi di dalam kelas, peserta didik menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Seorang guru membimbing siswa mencuci tangan yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). Siswa dan guru menerapkan protokol yang ketat seperti selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Siswa pun diatur untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak seminggu dua kali pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang guru membimbing siswa mencuci tangan yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). Siswa dan guru menerapkan protokol yang ketat seperti selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Siswa pun diatur untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak seminggu dua kali pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO (TRIBUN SUMSEL/TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)

"Untuk PAUD, SDLB, SMPLB, SMALB maksimal hanya lima peserta didik di kelas. Kalau SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTS, MI maksimal 18 peserta didik di dalam kelas," katanya lagi.

Di sisi lain, sekolah disarankan memafaatkan ruang terbuka sebagai tempat untuk melakukan pembelajaran muka terbatas.

Hal ini karena ruang terbuka lebih aman dan mengurangi risiko penularan.

Materi edukasi terkait protokol kesehatan, menjaga jarak dari fasilitas sekolah bena-benar harus disampaikan dan diterapkan.

Dan sekolah kata Reisa harus mempersiapkan kombinasi metode pembelajaran tatap muka terbatas dengan sekolah jarak jauh, atau daring.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved