Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Cegah Penyebaran Covid-19 di Sekolah, Nadiem Minta Orangtua Ikut Vaksinasi

Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta sekolah untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa mencuci tangan usai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di SMA Negeri 1 Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa sekolah menengah atas tersebut dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru protokol kesehatan COVID-19 serta membatasi kapasitas jumlah siswa 50 persen dengan jadwal masuk sekolah secara bergantian. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta sekolah untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

Menurutnya, para siswa telah berharap agar PTM terbatas segera digelar. 

"Untuk sekolah-sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas, saya imbau untuk segera mempersiapkan, karena anak-anak juga menunggu untuk segera sekolah," ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021). 

Dirinya juga meminta agar para orangtua siswa untuk segera mengikuti program vaksinasi. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di sekolah akibat dari klaster keluarga.

"Kepada para orang tua kami imbau untuk segera ikut vaksin juga agar tidak terjadi klaster keluarga yang dibawa ke sekolah," kata Nadiem.

Nadiem juga mengingatkan bahwa orangtua memiliki hak untuk menentukan pembelajaran bagi anak-anaknya. Orang tua dibebaskan memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau PTM terbatas. 

Baca juga: Kemenkes: Pelajar Tak Perlu Syarat Vaksinasi untuk PTM, yang Wajib Vaksin Guru dan Tenaga Pendidik 

Meskipun PTM terbatas sangat berbeda dengan sekolah seperti biasanya. Perbedaan tersebut diatur dalam SKB Empat Menteri yang diterbitkan Maret 2021.

“Ibu dan Bapak jangan lupa, orang tua tetap berhak menentukan apakah anaknya ikut PTM terbatas atau PJJ. Keputusan terakhir ada di orang tua. Sekolah perlu menghormati keputusan orang tua tanpa diskriminasi," ungkap Nadiem. 

Mantan CEO Gojek ini mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah.

"Menekan laju virus Covid-19 dan memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pembelajaran yang berkualitas adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Nadiem. 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved