Kebakaran di Lapas Tangerang
Kaitkan Kebakaran, Jurnalis Australia Tuding Polri Terlibat Jual Narkoba Kepada Napi, Mabes Bantah
Kepolisian RI membantah tudingan jurnalis asal Australia, CJ Werleman yang menyatakan jajarannya terlibat dalam penyelundupan dan penjualan narkoba ke
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI membantah tudingan jurnalis asal Australia, CJ Werleman yang menyatakan jajarannya terlibat dalam penyelundupan dan penjualan narkoba ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan pernyataan jurnalis yang juga analis konflik dan terorisme itu tidak benar alias fitnah.
"Itu tidak benar," kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).
Argo menjelaskan pengawasan terhadap narapidana bukan wewenang dari instansi Polri.
Sebaliknya, mereka diawasi oleh pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola Lapas.
"Napi itu ditempatkan di tempat khusus yang berada di pengawasan dan pembinaan oleh instansi lain, bukan oleh polisi," tukasnya.
Sebagai informasi, seorang jurnalis asal Australia, CJ Werleman menuding Polri terlibat penyeludupan dan penjualan narkoba kepada narapidana yang tersangkut kasus tindak pidana narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).
Pernyataan CJ Werleman itu saat menanggapi tewasnya puluhan narapidana akibat insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, melalui akun Twitternya @CJwerleman.
"Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah importir, produsen dan distributor narkotika terbesar di negara ini. Polisi Indonesia dan petugas pemasyarakatan juga menjual narkoba yang didistribusikan TNI kepada narapidana yang ditangkap dan dipenjara karena menggunakan narkoba yang sama di luar," seperti dikutip Tribunnews dari akun @CJwerleman pada Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Muncul Isu Bentrok Antar Kartel Narkoba Sebelum Kebakaran di Lapas Tangerang, Ini Kata Kalapas
Tak hanya itu, dia juga membuat utasan yang menyebutkan militer di Indonesia terlibat dalam perencanaan bom Bali pada 2002 silam.
Akibatnya, 202 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tindakan teroris tersebut.
"Oh dan ngomong-ngomong, militer Indonesia juga merencanakan dan mengkoordinasikan Bom Bali 2002, yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.
Tentu saja, gerutuan melakukan serangan yang sebenarnya, tetapi TNI menarik talinya. Tapi itu topik diskusi untuk hari lain :)," cuit CJ Werleman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/usai-kebakaran-di-lapas-tangerang.jpg)