Minggu, 10 Mei 2026

Kebakaran di Lapas Tangerang

Kaitkan Kebakaran, Jurnalis Australia Tuding Polri Terlibat Jual Narkoba Kepada Napi, Mabes Bantah

Kepolisian RI membantah tudingan jurnalis asal Australia, CJ Werleman yang menyatakan jajarannya terlibat dalam penyelundupan dan penjualan narkoba ke

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Istimewa
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI membantah tudingan jurnalis asal Australia, CJ Werleman yang menyatakan jajarannya terlibat dalam penyelundupan dan penjualan narkoba ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan pernyataan jurnalis yang juga analis konflik dan terorisme itu tidak benar alias fitnah.

"Itu tidak benar," kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Argo menjelaskan pengawasan terhadap narapidana bukan wewenang dari instansi Polri.

Sebaliknya, mereka diawasi oleh pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola Lapas.

"Napi itu ditempatkan di tempat khusus yang berada di pengawasan dan pembinaan oleh instansi lain, bukan oleh polisi," tukasnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (Kompas TV)

Sebagai informasi, seorang jurnalis asal Australia, CJ Werleman menuding Polri terlibat penyeludupan dan penjualan narkoba kepada narapidana yang tersangkut kasus tindak pidana narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Pernyataan CJ Werleman itu saat menanggapi tewasnya puluhan narapidana akibat insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, melalui akun Twitternya @CJwerleman.

"Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah importir, produsen dan distributor narkotika terbesar di negara ini. Polisi Indonesia dan petugas pemasyarakatan juga menjual narkoba yang didistribusikan TNI kepada narapidana yang ditangkap dan dipenjara karena menggunakan narkoba yang sama di luar," seperti dikutip Tribunnews dari akun @CJwerleman pada Kamis (9/9/2021).

Petugas DOKPOL Mabes Polri mendata jenazah korban kebakaran saat akan dibawa ke RS Kramat Jati di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari.
Petugas DOKPOL Mabes Polri mendata jenazah korban kebakaran saat akan dibawa ke RS Kramat Jati di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Muncul Isu Bentrok Antar Kartel Narkoba Sebelum Kebakaran di Lapas Tangerang, Ini Kata Kalapas

Tak hanya itu, dia juga membuat utasan yang menyebutkan militer di Indonesia terlibat dalam perencanaan bom Bali pada 2002 silam.

Akibatnya, 202 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tindakan teroris tersebut.

"Oh dan ngomong-ngomong, militer Indonesia juga merencanakan dan mengkoordinasikan Bom Bali 2002, yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Tentu saja, gerutuan melakukan serangan yang sebenarnya, tetapi TNI menarik talinya. Tapi itu topik diskusi untuk hari lain :)," cuit CJ Werleman.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved