Konflik di Afghanistan
RI – Australia Harap Afghanistan Tak Dijadikan Ladang Teroris
Isu Afghanistan turut dibahas dalam pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia (RI) - Australia ke-7 di kanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Isu Afghanistan turut dibahas dalam pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia (RI) - Australia ke-7 di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (9/9/2021).
Dihadapan Menlu Australia Marise Payne dan Menhan Australia Peter Dutton MP, Menlu Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia menggarisbawahi pentingnya membangun pemerintahan yang inklusif di Afghanistan.
“Indonesia berharap Afghanistan tidak dijadikan sebagai tempat berkembang biak dan pelatihan organisasi teroris dan kegiatan yang mengancam perdamaian dan stabilitas di Kawasan,” ujar Menlu pada konferensi pers.
Retno menegaskan bahwa Indonesia terus memantau secara ketat situasi di lapangan, termasuk pembentukan caretaker government atau pemerintahan sementara di Afghanistan.
Baca juga: Proses Evakuasi WNI dari Afghanistan Rumit, Taliban Kawal dari KBRI Hingga Bandara Kabul
Indonesia juga berharap agar hak asasi manusia, khususnya hak perempuan dan anak perempuan, terus dihormati dan dimajukan.
Sejalan dengan Indonesia, Menteri Payne berharap pergantian kekuasaan di Afghanistan yang saat ini dipegang Taliban agar menghormati hak perempuan dan anak perempuan.
“Kami ingin mendukung perempuan-perempuan untuk mengambil desisi,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/deretan-pemimpin-taliban.jpg)