Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Beragama Islam, Jenazah Ricardo Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal Tak Jadi Dikremasi

Warga negara asing (WNA) asal Portugal yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang tidak jadi dikremasi.

Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Direktur Pembinaan Napi Pelatihan Kerja dan Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Binapi Latkepro Ditjenpas Kemenkumham) Thurman Hutapea, saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51) warga negara asing (WNA) asal Portugal yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang tidak jadi dikremasi.

Hal itu dikarenakan, berdasar informasi yang berkembang, Ricardo ternyata menganut agama Islam.

Hal itu diungkapkan Direktur Binapi Latkepro Ditjenpas Kementerian Hukum dan HAM Thurman Hutapea.

"Awal informasinya yang bersangkutan (Ricardo) beragama Kristen dan akan kremasi, ternyata setelah ada informasi berkembang, dia muslim," kata Thurman saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/9/2021).

Karena informasi awal Ricardo disebut beragama Kristen, maka jenazahnya direncanakan untuk dikremasi.

Prosesi kremasi itu rencananya akan dilakukan di Jakarta dan selanjutnya abu dari jasad Ricardo akan dikirim ke keluarganya di Portugal.

Baca juga: Polri Pastikan Proses Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Berakhir

Kendati begitu, dengan adanya informasi terbaru yang menyatakan Ricardo beragama Islam maka prosesi kremasi urung dilaksanakan.

"Jadi (jenazahnya) harus tetap kami kirim, kami tetap tanggung jawab," kata dia.

Dirinya juga menjamin Kementerian Hukum dan HAM akan menanggung sepenuhnya pengiriman jenazah Ricardo hingga ke Portugal.

Baca juga: Belum Tetapkan Tersangka Peristiwa Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Kata Dirreskrimum Polda Metro

Halaman
123
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved