Breaking News:

Amankan Laut Natuna Utara, TNI AL Kerahkan 5 KRI Secara Bergantian

Setidaknya akan ada tiga atau empat KRI yang bersiaga di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Tribun Batam/Humas Bakamla
Satu unit kapal asing milik Tiongkok rusak di perairan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (23/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melakukan kunjungan komando ke garis depan di laut Natuna guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di daerah operasi pada Kamis (16/9/2021).

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara, TNI AL mengerahkan lima KRI secara bergantian.

Setidaknya akan ada tiga atau empat KRI yang bersiaga di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang.

Dengan demikian KRI-KRI yang bersiaga tersebut dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan Indonesia.

Untuk itu Arsyad akan berada di Natuna melakukan patroli udara guna memastikan secara langsung keberadaan Kapal Perang (KRI) yang sedang melaksanakan patroli di Laut Natuna Utara serta situasi Laut Natuna Utara.

Arsyad juga menyampaikan bahwa TNI AL mengemban tugas tersebut berdasarkan pada pasal 9 undang-undang no 34 tahun 2004 tentang TNI khususnya sub pasal a dan b yaitu melaksanakan tugas TNI matra laut dibidang pertahanan dan menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

"Mengacu pada undang-undang tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dalam mengamankan laut Natuna utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam di wilayah tersebut," kata Arsyad dalam keterangan resmi Dinas Koarmada I, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kapal Perang China Mondar-mandir di Perairan Natuna, Nelayan Ketakutan Cari Ikan di Laut

Arsyad juga menegaskan sikap TNI AL di Laut Natuna yakni melindungi kepentingan nasional di wilayah yuridiksi Indonesia.

"Bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas melindungi kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara," kata Arsyad.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved