Breaking News:

Buronan Kasus Korupsi Tauhidi Fachrurozi Tertangkap di Subang

Leonard mengatakan Tauhidi Fachrurozi merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Dia ditangkap di rumahnya di daerah Subang, Jawa Barat.

IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim tangkap buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang mengamankan buronan tindak pidana korupsi Tauhidi Fachrurozi di Jalan Perum Mahkota, Subang, Jawa Barat.

Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer mengatakan Tauhidi Fachrurozi merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Dia ditangkap di rumahnya di daerah Subang, Jawa Barat.

"Terpidana Tauhidi Fachrurozi diamankan di kediamannya karena ketika dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Garut, Terdakwa tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, oleh karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Leo dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Adapun dia dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 669 K/Pid.Sus/2007 tertanggal 05 September 2007. Dia terlibat dalam kasus peningkatan sarana dan prasarana usaha kelautan tahun anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Jadi Buronan Selama 12 Tahun, Terpidana Kasus Korupsi Ini Ditangkap Gegara Gugat Cerai Istri

Adapun Tauhidi melakukan pembuatan atau pengembangan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Cilauteureun Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Garut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2005 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.190.572.000.

"Terpidana Tauhidi Fachrurozi sebagai pelaksana kegiatan/pekerjaan dan terbukti bersalah karena melaksanakan pembangunan yang tidak sesuai atau menyimpang dari Bestek yang ada dan tidak melakukan kewajiban memperbaiki kerusakan bangunan revetment dalam masa pemeliharaan, namun terpidana selaku Direktur PT. Satia Nugraha Mulya telah menerima uang pembayaran sebesar Rp. 1.009.496.821," jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut, dia bersama dengan Taufiq selaku Direktur PT. Satia Nugraha Mulya yang melakukan pembangunan revetment menyimpang dari bestek dan tidak melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan.

Atas dasar itu, pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dinilai gagal total atau tidak berfungsi yang telah merugikan keuangan negara atau daerah sebesar Rp. 597.503.049.52.

"Setelah dilaksanakan pengamanan, Terpidana dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Subang dan selanjutnya dibawa Kejaksaan Negeri Garut untuk dilakukan eksekusi oleh Jaksa Eksekutor Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Garut ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Garut," tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved