Breaking News:

Nadiem Makarim: Kampus Wajib Berikan Mahasiswa Jatah 20 SKS untuk Ikut Program Kampus Merdeka

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkap banyak mahasiswa yang tertinggal dalam berbagai program Kampus Merdeka.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Kemendikbudristek membuat kebijakan yang memungkinkan para mahasiswa mengambil 20 SKS untuk mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan program Kampus Merdeka. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkap banyak mahasiswa yang tertinggal dalam berbagai program Kampus Merdeka.

Padahal Kemendikbudristek telah membuat kebijakan yang memungkinkan para mahasiswa mengambil 20 SKS untuk mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan program Kampus Merdeka.

"Kami mendengar dari jumlah banyak sekali dari anak-anak yang sudah tertinggal dalam program-program seperti ini, yang masih sangat sulit untuk mendapatkan 20 SKS ya, karena berbagai macam alasan," ujar Nadiem dalam webinar peluncuran Program Kampus Merdeka Pejuang Muda, Jumat (17/9/2021).

Nadiem meminta agar para rektor memberikan jatah 20 SKS bagi para mahasiswanya.

Menurut Nadiem, program-program tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Ditjen Dikti Ristek.

Pihak perguruan tinggi, kata Nadiem, wajib memberikan izin.

Baca juga: Nadiem Makarim Minta Rektor Transformasikan Perguruan Tinggi Melalui Kampus Merdeka

"Tolong kepada semua rektor-rektor dan civitas akademika untuk menekankan bahwa kalau para mahasiswa masuk dalam program-program yang sudah diapprove oleh Ditjen Dikti, anak itu wajib diberikan 20 SKS dan tidak boleh berdampak kepada jangka waktu kelulusan ini," tutur Nadiem.

Program-program tersebut, menurut Nadiem, telah dikurasi oleh Kemendikbudristek.

Dirinya mengungkapkan terdapat sejumlah manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat dalm program tersebut.

Baca juga: Blusukan ke Yogya, Mendikbudristek Nadiem Menginap di Rumah Ibu Guru

"Program-program yang sudah diapprove oleh Dikti itu statusnya dia bypass dari pada prodinya itu. Sudah dikurasi program-program seperti programnya Kemensos ini," jelas Nadiem.

Mantan CEO Gojek ini mengatakan program-program ini memiliki nilai kompetensi, yakni entrepreneurship, kemandirian, kreativitas, gotong-royong, spiritualitas dan moralitas.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved