Breaking News:

Anjloknya Harga Telur karena Daya Serap Berkurang Akibat Pandemi Covid-19

Kementan kata Syahrul akan menggalakan penanaman jagung besar-besaran untuk mencukupi kebutuhan pakan peternak

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan mengenai permasalahan peternak telur sekarang ini.

Menurut Syahrul masalah peternak telur yakni anjloknya harga telur karena daya serap telur kurang akibat adanya pandemi Covid-19. 

"Masalahnya tentu tidak berarti berdiri sendiri tetapi penanganan masalah telur yang berlimpah ayam yang berlimpah dan kemudian terjadi hotel, restoran, dan toko-toko yang tidak maksimal karena PPKM kemarin," kata Syahrul usai di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (6/10/2021).

Di saat harga telur anjlok, harga pakan justruk naik.

Oleh karenanya menurut Syahrul, permasalah perternak telur sekarang ini harus dilakukan lintas sektoral karena selain menyangkut budidaya juga menyangkut market juga.

Baca juga: Layanan Down, Harga Saham Facebook Langsung Anjlok 5 Persen

Kementeriannya, kata dia,  mencoba melakukan intervensi dalam masalah budidaya dengan menyediakan harga pakan yang terjangkau.

"Salah satu yang kami tangani adalah membantu petani peternak langsung terhadap kebutuhan pakannya mereka dalam hal ini jagung," katanya.

Kementan kata Syahrul akan menggalakan penanaman jagung besar-besaran untuk mencukupi kebutuhan pakan peternak.

Penanaman Jagung tersebut akan dilakukan di sentra sentra peternak ayam petelur.

Karena selama ini kata dia, pasokan pakan terhambat karena sentra jagung dan sentra peternak ayam terlalu jauh.

"Sentra-sentra utamanya di Jawa antara lain di Blitar Kendal dan Lampung kita buatkan di sekitarnya itu penanaman jagung besar besaran, sehingga produksinya setiap hari bisa dia sendiri, karena umumnya sentra jagung kita dengan sentra peternak terlalu jauh dan di situ yang membuat sehingga ada delta yang membuat kadang-kadang  pasokannya terhambat," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved