Breaking News:

Pilpres 2024

PKB Sebut Elektabilitas Prabowo Tertinggi Karena Bolak-balik Maju Jadi Capres

PKB maklum elektabilitas dan popularitas Prabowo masih tinggi karena sudah dua kali jadi calon presiden

YouTube Sekretariat Presiden
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain memotret elektabilitas partai politik, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga memotret nama-nama yang potensial untuk dipilih sebagai calon presiden (capres). 

Dalam simulasi pilihan semi terbuka, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan dukungan 18,1 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 15,8 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,1 persen. 

Sementara, Menparekraf Sandiaga Uno mendapatkan 4,8 persen dan nama-nama lain di bawah 4 persen.

Ada 16,3 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Baca juga: Momen Menhan Prabowo Kawal Presiden Jokowi di Atas Jip

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar dan Anies Cenderung Naik Meski Masih Berada di Bawah Prabowo

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, maklum jika elektabilitas Prabowo saat ini masih yang tertinggi, meskipun cenderung mengalami tren penurunan dari sebelumnya pada Maret 2020 sebesar 19,5 persen, turun menjadi 18,1 persen pada September 2021.

”2024 itu semua capres pasti wajah baru, tidak ada incumbent. Seandainya ada yang ikut lagi, itu orang yang berulang kali ikut, Pak Prabowo.

Selebihnya belum pernah nyalon. Maklum saja Prabowo tertinggi tingkat popularitasnya karena sudah dua kali nyalon presiden,” kata Jazilul Fawaid dalam diskusi menanggapi hasil survei opini publik SMRC bertajuk ‘Partai dan Calon Presiden: Kecenderungan Sikap Pemilih Menjelang 2024’ yang dirilis, Kamis (7/10/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini mengatakan, Pemilu 2024 adalah rezim pemilu serentak dimana semua partai politik (parpol) pasti berkeinginan untuk mengusung calon presiden atau calon wakil presiden. 

Baca juga: Seluruh Kader dan Pengurus Gerindra Masih Menginginkan Prabowo Subianto Maju di Pilpres 2024

Sejauh ini, selain Prabowo, nama-nama ketua umum parpol lain belum ada yang menonjol sebagai capres. 

Sebut saja nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Golkar (Airlangga Hartarto), Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), PKB (Muhaimin Iskandar), PAN (Zulkifli Hasan), PKS (Ahmad Syaikhu), dan PPP (Suharso Monoarfa). 

”Saat ini ketum parpol yang sudah sangat serius berkampanye baru Airlangga. Pak Muhaimin pun belum terlalu serius. Kalau nanti kami sudah dapat instruksi yang serius, ya kita serius,” tuturnya. 

Gus Jazil mengatakan dalam 2,5 tahun ke depan akan terjadi banyak dinamika politik yang bakal berpengaruh terhadap elektabilitas calon maupun parpol. 

Karena itu, meskipun saat ini elektabilitas Gus Muhaimin belum terlalu menonjol, Gus Jazil mengaku tidak terlalu mempersoalkan. 

Baca juga: KPU Usul Pilkada Digeser Februari 2025, DPR Minta Hindari Revisi UU

Gus Jazil juga mengatakan bahwa nama-nama yang ada atau parpol, pasti akan melakukan koalisi untuk mengusung capres atau cawapres.

PKB, kata Gus Jazil, sangat terbuka untuk melakukan komunikasi politik dengan parpol manapun untuk nantinya membicarakan kemungkinan berkoalisi.

”PKB tetap menjadi parpol terbuka, baik di pileg kita mengajak bersama-sama maju lewat PKB, juga untuk pilpres kami terbuka untuk mendaptkan saran, berkoalisi, untuk membangun agenda dengan partai lain,” katanya. 

Diakuinya bahwa usulan dari seluruh DPW PKB se-Indonesia dan sejumlah kiai menginginkan agar PKB mengusung Gus Muhaimin sebagai capres pada Pemilu 2024 nanti. 

”Kami tidak menutup diri PKB berkoalisi sampai hari ini. Arahnya ingin sekali dan menjadi keputusan usulan semua DPW bahwa Pak Muhaimin menjadi capres. Tapi itu nanti dibicarakan dengan parpol lain,” tutur Wakil Ketua MPR ini. 

Baca juga: Tren Elektabilitas PKB Terus Alami Penguatan dalam Dua Tahun Terakhir

Survei opini publik SMRC ini digelar pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. 

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved