Selasa, 6 Januari 2026

Hingga Agustus 2025, 20 Juta Orang Sudah Ikut Cek Kesehatan Gratis, Ini Temuannya

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dijalankan di 38 provinsi, 510 kabupaten/kota, dan 10.132 puskesmas.

Kemenkes RI
CKG ANAK SEKOLAH - Sebanyak 20 juta orang sudah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tercatat hingga 22 Agustus 2025, jumlah peserta yang sudah mendapatkan layanan kesehatan kumulatif (CKG umum dan CKG sekolah) meningkat signifinan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebanyak 20 juta orang sudah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program CKG merupakan program Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang digagas Kementerian Kesehatan RI. Masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma alias gratis.

Tercatat hingga 22 Agustus 2025, jumlah peserta yang sudah mendapatkan layanan kesehatan kumulatif (CKG umum dan CKG sekolah) meningkat signifinan.

CKG telah dilakukan di 38 provinsi, 510 kabupaten/kota, dan 10.132 puskesmas.

Layanan diberikan di fasilitas kesehatan, sekolah, dan komunitas.

Pada kategori umum/reguler, tercatat 19.402.547 orang telah dilayani

Sedangkan CKG Sekolah melayani 682.602 peserta didik, yang terdiri atas kelompok SD 496.020 murid, SMP 124.022 murid, SMA 70.950 murid dan lainnya 1.610 murid.

Rata-rata, saat ini CKG telah diikuti sekitar 340.000 orang per harinya.

Selain cakupan luas, temuan awal CKG juga memberikan gambaran penting mengenai masalah kesehatan masyarakat di berbagai kelompok usia:

1. Bayi baru lahir: kelainan saluran empedu (19,3 persen), berat lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,9%).

2. Balita dan anak prasekolah: gigi-karies (31%), anemia pada anak usia 2 tahun (9,2%), dan stunting (5,6%).

Baca juga: Praktisi Kesehatan Soroti 4 Masalah Kesehatan yang Wajib Jadi Fokus Utama CKG di Sekolah

3. Dewasa: aktivitas fisik kurang (95,9%), gigi-karies (43,3%), dan obesitas sentral (34,9%).

4. Lansia: aktivitas fisik kurang (96,6%), gigi-karies (60,8%), dan hipertensi (40,9%).

“Partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran semakin besar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, baik untuk pencegahan maupun deteksi dini,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dikutip Selasa (26/8/2025).

CKG bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal sehingga langkah pencegahan dan intervensi lebih cepat dilakukan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program CKG di fasilitas layanan kesehatan terdekat dan sekolah," kata Aji.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved