Kamis, 21 Mei 2026

Partai Bentukan Amien Rais

26 Pengurus DPD Kota Depok Mundur, DPP Partai Ummat: Dinamika, Bentuk Seleksi Alam

ustofa Nahrawardaya membenarkan hal tersebut dengan mengatakan mundurnya 26 pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok itu karena adanya dualisme.

Tayang:
Editor: Sanusi
(Fabian Januarius Kuwado)
Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat angkat suara terkait dengan mundurnya sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok.

Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya membenarkan hal tersebut dengan mengatakan mundurnya 26 pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok itu karena adanya dualisme.

Mustofa menegaskan hal tersebut merupakan dinamika yang kerap terjadi dalam kepengurusan Partai Politik.

Baca juga: Eks Wakil Ketua DPD Ungkap Alasan Mundurnya 26 Pengurus Partai Ummat Kota Depok

"Iya betul (adanya dualisme), itu dinamika namanya. Dualisme hanya ada di beberapa struktur daerah. Biasa begitu," kata Mustofa saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).

"Ini kan besar sekali pengurus kita. Tapi setelah SK Partai Ummat diterima dari Kemenkumham pada 20 Agustus silam, yang ada dualisme kepengurusan akan menjadi satu, alias, harus ada satu kepengurusan saja," sambungnya.

Baca juga: 26 Pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok Kompak Mengundurkan Diri

Lebih lanjut pria yang karib disapa Tofa itu mengatakan, mundurnya beberapa pengurus atau bahkan sebelumnya dua elit Partai Ummat yakni Agung Mozin dan Neno Warisman merupakan suatu bentuk penyeleksian keanggotaan.

Sebab saat ini, kata dia, partai besutan Amien Rais itu sedang memastikan, seluruh struktur pengurus partai harus solid secara nasional.

"Jadi, yang ragu, atau tidak yakin bisa menyesuaikan dengan speed 'RPM' partai ini, akan kena seleksi alam alias tereliminasi dengan sendirinya. Ada yang sifatnya individual, ada yang sifatnya berkelompok," beber dia.

Namun, pihaknya tidak mengkhawatirkan hal tersebut, karena kata Tofa, antusiasme tokoh atau kelompok masyarakat yang ingin bergabung dengan Partai Ummat di berbagai wilayah cukup tinggi.

Hal tersebut yang justru dinilai oleh kepengurusan DPP Partai Ummat sebagai sebuah tantangan.

"Justru kesulitan kami, adalah bagaimana mengakomodir tingginya antusiasme tokoh atau komunitas besar masyarakat yang ingin masuk bergabung ke gerbong kami/Partai Ummat," ucapnya.

Itu dia contohkan dengan terbentuknya Permata Ummat yakni kelompok perempuan yang bergabung dalam Partai Ummat dan sudah diresmikan pada Sabtu (9/10/2021) kemarin, oleh Amien Rais.

"Yang spesial adalah, Ketua Umum Permata Ummat secara Nasional, adalah Ketua DPP PAN periode 2010-2020," kata Tofa.

"Di saat Depok ada yang undur diri, maka di Kantor DPP Partai Ummat malah sedang ada pemukulan beduk oleh Prof Dr Amien Rais sebagai tanda berdirinya sayap baru di Partai Ummat," lanjutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved